SD KECIL TERPENCIL SULTENG TAK PERNAH PUNYA BANGUNAN

Author : IBM Admin

IBM Admin
Kota Bandung

terkumpul dari target : Rp300.000.000

0% terkumpul 28 hari lagi

Di Desa Supilopong Sulteng, ada sebuah SD Kecil Terpencil di atas bukit yang tak memiliki bangunan. Mereka belajar di bawah kayu yg selalu roboh diterjang angin

Salam kenal semuanya,


Nama saya Bu Nasbah, salah satu guru honorer di SD Kecil Terpencil (SDKT) Salujengi. Sekolah kami ada di Dusun 6, Desa Supilopong, Kec.Tomini, Kab. Parigi Moutong. 

Sejak berdiri tahun 2009, sekolah kami tidak pernah punya bangunan. Kami pernah mencoba membuat dinding dari bilah bambu, dan atap menggunakan daun. Namun, sudah lima kali sekolah kami roboh diterjang angin. Setiap kali sekolah roboh, anak-anak terpaksa kami liburkan. 
Hal yang paling miris, kami bahkan sempat belajar di kolong rumah warga, hingga pernah dikencingi dan diludahi oleh yang punya rumah karena tidak tahu di bawah sedang ada kegiatan belajar di sana.

Saya kasihan melihat anak-anak. Meskipun saya tiap hari naik turun bukit dan berjalan 1 jam menuju sekolah, perjuangan anak-anak lebih sulit. Tubuh kecil mereka harus dipaksa untuk naik turun bukit, menyusuri hutan untuk sampai ke sekolah. Belum lagi pulang sekolah mereka harus membantu orangtua bekerja di kebun. Sering sekali ada anak lari-lari menuju sekolah. 

"Bu saya izin besok tak bisa sekolah, saya harus bantu orangtua bekerja,” begitu sibukknya mereka saat musim panen rica tiba.
Sesekali memang saya izinkan, karena saya tahu kehidupan mereka sulit. 

Walaupun sulit, semangat belajar anak-anak sangat tinggi. Mereka selalu belajar dengan antusias walaupun harus berlelah-lelah pulang pergi ke sekolah. Melihat mereka tersenyum tiap hari saja saya sangat bahagia.

Guru-guru dan murid-murid di sini ingin sekali sekolah punya bangunan. Apalagi di desa kami cuma SDKT Salujengi yang belum punya bangunan sama sekali. Saya takut suatu saat sekolah rangka kayu kami ini roboh lagi diterjang angin.

Kalau musim hujan juga kasihan anak-anak. Air masuk lewat celah daun dan lantai tanah kami jadi becek. 

Memiliki bangunan sekolah adalah mimpi besar bagi kami dan anak-anak. Hanya sekolah kayu ini yang bisa kami bangun. Kami belum bisa memberikan yang lebih untuk anak-anak. Maklum, semua guru di sini masih honorer dengan gaji Rp 250.000/bulan. Itupun dibayarkan setiap tiga bulan sekali. 

Saya ingin terus melihat semangat belajar anak-anak, saya yakin anak didik saya akan jadi orang besar nantinya.
Meskipun sekolah kami runtuh, saya lihat semangat anak-anak di sini tidak pernah runtuh. Semoga mimpi mereka dan mimpi kami untuk memiliki bangunan sekolah dapat terwujud...

Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84
Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung 

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225

Name

Email


Messagge


Congratulations. Your message has been sent successfully
Error, please retry. Your message has not been sent


Donatur


  • Rp. 10.031

    yuli

    Kamis, 17 Mei 2018 01:57:33
  • Rp. 10.550

    YULI

    Rabu, 16 Mei 2018 01:35:58
  • Rp. 10.696

    yuli

    Selasa, 15 Mei 2018 03:17:11
  • Rp. 10.986

    yuli

    Senin, 14 Mei 2018 06:22:02
  • Rp. 100.279

    Anonim

    Rabu, 09 Mei 2018 05:36:58
  • Rp. 10.911

    YULI

    Rabu, 09 Mei 2018 03:03:53
  • Rp. 100.751

    Anonim

    Selasa, 08 Mei 2018 00:42:33
Bantu Melalui Whatsapp!

1 hari yang lalu

Marca
telah mendonasikan untuk program:
BANTU RAGIL YATIM USIA 4 TAHUN TAK BISA BERGERAK

2 hari yang lalu

Abdul azis
telah mendonasikan untuk program:
BANTU OPERASI MATA & RENOVASI RUMAH NEK SARAFIAH

2 hari yang lalu

Anonim
telah mendonasikan untuk program:
BANTU RAGIL YATIM USIA 4 TAHUN TAK BISA BERGERAK

2 hari yang lalu

HAMBA ALLAH
telah mendonasikan untuk program:
BANTU RAGIL YATIM USIA 4 TAHUN TAK BISA BERGERAK

2 hari yang lalu

Anonim
telah mendonasikan untuk program:
TAK ADA RUMAH, KEPSEK DI NTT TINGGAL DI RUANG GURU