70 Tahun Warga Rompok Liam, Sumsel, Tak Punya Akses Air Bersih..

70 Tahun Warga Rompok Liam, Sumsel, Tak Punya Akses Air Bersih..

Rp 14.801.440
dari target Rp 150.000.000
9.87% Tercapai
Sisa Waktu 48 Hari

Deskripsi Program

Sudah 70 tahun warga Rompok Liam menggunakan air keruh yang berasal dari kolam rendaman getah karet. Mereka bahkan harus menggali lubang di tengah semak-semak jika ingin buang air. Sumur air bersih dan MCK umum tentu akan membawa kehidupan mereka yang lebih baik.
--- 

 

Wilayah Rompok Liam, Dusun IV, Kec. Karang Jaya, Kab. Musi Rawas Utara (Muratara) terbentuk sejak tahun 1950.

Sejak awal terbentuk sampai saat ini, Rompok Liam tidak memiliki akses air yang memadai. Bukan hanya air, wilayah tersebut juga belum tersentuh sinyal dan juga listrik.

Maklum, wilayah tersebut terletak amat jauh di pedalaman. Jaraknya 5 kilometer dari desa lain, apalagi jika dibandingkan dengan kota yang jaraknya hingga 30 kilometer.

Warga di sana yang notabene berprofesi sebagai buruh penyadap karet, sudah banyak mengusahakan berbagai cara, termasuk memberi usulan kepada pemerintah setempat. 

Selama ini, mereka hanya bisa memanfaatkan air kali yang tergenang membentuk kolam. Kolam tersebut sekaligus menjadi tempat rendaman hasil getah karet yang mereka panen.

Sebenarnya mereka juga telah membangun sumur darurat. Namun, kualitas airnya tidak lebih baik dibandingkan air yang mereka dapat dari kolam.

Bahkan, mereka sering menggali tanah di tengah semak setiap ingin buang air. Sanitasi yang mereka miliki sangat minim.