:

TIDAK PUNYA RUANG, SANTRI TAHFIDZ TIDUR DI DAPUR

Ustadz Dwi Irianto tinggal di kampung Waibo, Kec. Salawati Tengah, Kab Raja Ampat, Papua. 3 tahun lalu, ia bersama keluarganya merintis asrama tahfidz untuk memfasilitasi anak-anak di kampung yang ingin belajar dan menghafal Al Quran. Ia bahkan merelakan rumahnya untuk dijadikan asrama agar santri binaanya dapat lebih fokus belajar dan menghafal Al Quran.




Seiring waktu berjalan, anak-anak yang ingin belajar tahfidz semakin bertambah. Rumah yang dulu cukup, kini sudah tidak dapat lagi menampung jumlah santri yang ada. Ustadz Dwi terpaksa mengubah ruangan dapur menjadi kamar sebagai tempat tinggal santri laki-laki.

Kamar santri sebelumnya diperlebar sebagai tempat tinggal santri perempuan, dan dapur terpaksa dipindahkan ke luar ruangan. Asrama tahfidz yang kini ada pun sudah tidak memadai lagi menampung aktivitas belajar mengajar.





Perjuangan Ustadz Dwi dalam merintis asrama tahfid tidak semulus yang dibayangkan. Ustadz Dwi telah mencoba untuk menawarkan proposal pembangunan asrama ke berbagai pihak, tapi hingga kini belum membuahkan hasil.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya belajar tahfidz, sangat disayangkan apabila para santri masih juga tinggal dan belajar di tempat yang kurang layak. Padahal sudah ada guru yang siap dengan sepenuh hati membimbing santri tahfidznya.
 
Mari kita beri harapan anak-anak Papua dalam belajar Al Quran dengan membantu Ustadz Dwi merintis asrama tahfidz di kampungnya.

Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84

Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung

Kantor Cabang Insan Bumi Mandiri NTT
Mekar Indah RT.001/RW.006 Kelurahan Kalabahi Timur
Teluk Mutiara, Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225


Meski dengan keterbatasan, Ustadz Dwi merintis asrama tahfidz di kampungnya. Ia bersama santrinya terpaksa tidur di dapur karena keterbatasan ruangan.