:

BAJU LEBARAN ANAK PEDALAMAN


Berapa kali kita membeli baju dalam setahun? 

Boleh jadi sering, atau mungkin paling tidak setahun sekali. Tapi tidak dengan adik-adik kita di pedalaman Indonesia seperti NTT, NTB, Papua, dan wilayah pedalaman lainnya. Pakaian yang mereka kenakan sehari-hari teramat sederhana, bahkan terbilang lusuh. Saat hari raya, kebanyakan mereka tak dapat membeli baju baru. Baju baru merupakan kemewahan tersendiri bagi anak-anak di sana. 
Hidup di pedalaman memang tak mudah. Sebut saja di Pulau Longos, salah satu pulau yang ada di NTT. Akses ke luar pulau amatlah sulit. Kapal motor hanya berangkat sepekan sekali. Sisanya, mereka ‘terisolasi’ di dalam pulau. Sumber daya yang di sana juga sangat terbatas. Akses air bersih sangat minim, jumlah sekolah tak banyak, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka masih harus berlayar ke luar pulau. Kondisi ekonomi masyarakat pedalaman NTT juga sangat memprihatinkan. Penghasilan mereka tak menentu. Bahkan, anak-anak kerap ikut bekerja membantu orangtua karena sulitnya mencari uang. 
Seperti di pelosok Sulteng, di sebuah sekolah terpencil di kawasan Bukit Sinjay, anak-anak terbiasa berangkat sekolah dengan berjalan kaki 1-2 jam lamanya. Mereka kerap berangkat sekolah dengan membawa adik kecil karena di rumah tak ada yang menjaga. Bahkan, sepulang sekolah mereka masih harus membantu orangtua memetik rica. Mereka tak punya seragam dan berjalan tanpa alas kaki. 
Kondisi anak-anak di pedalaman Indonesia lainnya tak jauh berbeda. Untuk itu, di bulan Ramadhan kali ini Insan Bumi Mandiri mengajak kaum muslimin sekalian untuk menuai berkah sebanyak-banyaknya melalui program baju lebaran untuk anak muslim yatim dan duafa di pedalaman Indonesia. Bantuan dari kita, sekecil apapun akan lukiskan senyum bahagia di wajah mereka.
#RamadhanDiPedalaman #ramadhan #pedalaman #SahabatPedalaman #InsanBumiMandiri
Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84
Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung 

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225

Sebagian besar adik-adik di pedalaman Indonesia masih tergolong duafa. Mari berbagi kebahagiaan dan lukiskan senyum dengan menyediakan baju lebaran bagi mereka