Bantu Nelayan Maimol NTT Bangun Masjid Pertama Mereka..

Bantu Nelayan Maimol NTT Bangun Masjid Pertama Mereka..

Rp 497.367.628
dari target Rp 500.000.000
99.47% Tercapai
Sisa Waktu 0 Hari

Deskripsi Program

Masjid Al A’rof Buyungta adalah masjid pertama dan satu-satunya di Kampung Maimol, Kel. Kabola, Kec. Kabola, Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masjid tersebut merupakan hasil swadaya dari warga muslim minoritas di Kampung Maimol. Kerinduan mereka untuk dapat sholat berjamaah di masjid sendiri membuat mereka rela menyisihkan penghasilannya yang tak seberapa sebagai nelayan.

Selama ini, bertahun-tahun mereka sholat berjamaah di rumah warga karena tak ada masjid di desa mereka. 

Oleh karena itu, sedikit demi sedikit warga pun mulai membangun masjid. Namun, sebelum masjid selesai, dana yang terkumpul sudah habis hingga pembangunan terpaksa dihentikan.

6 tahun berlalu, dan bangunan masjid yang belum jadi tersebut kini mulai berkarat. Rumput liar juga mulai tumbuh. Betapa sedihnya warga Maimol masjid yang dirindukan belum juga dapat diwujudkan.

Sahabat, kesedihan mereka dapat berubah menjadi kebahagiaan dengan kebaikan Anda. 50ribu yang terkumpul kelak, akan sangat membantu warga Maimol untuk meneruskan kembali pembangunan masjid yang tertunda. Mari kita bantu muslim minoritas Kampung Maimol sampai pembangunan Masjid Al A’rof Buyungta selesai.

---

Kantor Utama Insan Bumi Mandiri
Kompleks Setra Dago
Jl. Setra Dago Barat No. 25, Antapani, Bandung
(022) 205 251 84

Kantor Insan Bumi Mandiri Cabang Alor, NTT
Mekar Indah RT.001/RW.006 Kel. Kalabahi Timur, Kec. Teluk Mutiara, Kab. Alor, NTT

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225
0812 2145 114
0896 9900 1125


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Berita Terbaru

Senin, 12 Oktober 2020 : Pemasangan Papan Bekisting Masjid Maimol

Assalamu’alaikum, Sahabat

Alhamdulillah, berkat kebaikanmu, pembangunan Masjid Al A’rof Buyungta di Kampung Maimol, Kel. Kabola, Kec. Kabola, Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat berjalan kembali.

Pembangunan tersebut berlangsung dengan lancar, karena dihidupkan oleh semangat warga yang bersuka cita dan bergotong royong membangunnya.

Proses pengecoran juga berlangsung tanpa hambatan. Bersama-sama warga membuat papan bekisting untuk melanjutkan pengecoran 14 tiang utama.

Selain itu, warga juga sudah melakukan penyediaan material seperti semen, paku, kayu, dan kusen.