BEASISWA UNTUK DUA BERSAUDARA YATIM PIATU..

BEASISWA UNTUK DUA BERSAUDARA YATIM PIATU..

Rp 115.721.958
dari target Rp 100.000.000
100% Tercapai
Sisa Waktu 0 Hari

Deskripsi Program




Dalam selang waktu beberapa bulan saja, ayah dan ibu meninggalkan kami. Ayah berpulang karena kanker di perutnya, sedangkan ibu meninggal akibat tumor otak. Kini kami berdua harus ikut tinggal bersama kakak tertua kami.

Kami merupakan empat bersaudara yang tinggal di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Aku adalah Suhardin anak ketiga. Aku kini duduk di kelas 2 di MTs Negeri Sape. Adapun adikku kini baru menginjak kelas 3 sekolah dasar di SD Inpres Bugis.

Sekarang telah genap 4 tahun orangtua kami pergi. Kakak kami berprofesi sebagai kuli bangunan. Pendapatannya tak pasti. Karena itu aku pun selalu ikut bekerja untuk menambah penghasilan guna menunjang kehidupan kami, baik untuk makan atau kebutuhan pendidikan aku dan adikku.

Kadang, ketika kami tak mendapatkan sedikitpun penghasilan, kami harus meminta belas kasih bibi juga tetangga untuk memenuhi rasa lapar perut kami. Sungguh kami ingin terus bersekolah. Kami ingin menjadi anak yang pintar. Oleh karena itu, kami selalu semangat dan rajin belajar maupun mengaji.

Aku ingin sekali menjadi seorang tentara yang bisa berguna untuk nusa dan bangsa. Sedangkan adikku sangat bercita-cita menjadi seorang guru. Oleh karena itu, kami ingin bisa melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Kota Sape.

Seandainya Tuhan memberikan kesempatan pada kami, kami ingin Sahabat sekalian yang menjadi pembuka harapan bagi kami untuk terus meraih cita-cita.

Mari kita sama-sama meringankan beban Suhardi dan adiknya agar mereka bisa terus bersekolah meraih cita-cita.


Insan Bumi Mandiri

(022) 205 251 84

Komplek Setra Dago

Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung


SMS/WA Konfirmasi:

0813 2460 7225


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Berita Terbaru

Selasa, 10 Desember 2019 : Bengkak di Badan Suhardin Sudah Mengempis

Halo Sahabat Pedalaman!

Terima kasih atas bantuan yang telah Anda berikan untuk Suhardin dan Nabila agar bisa tetap bersekolah. Semoga Allah balas kebaikan Anda dengan pahala yang berlimpah. Aamiin.

Beberapa minggu lalu, Suhardin mengalami cacar dan dirawat di RSUD Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mata dan hidungnya pun mengalami infeksi.

Alhamdulillah kini kondisi Suhardin telah membaik. Bengkak pada tubuhnya mulai mengempis. Ia pun sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB.

Pengobatan yang sedang dilakukan Suhardin yakni mengonsumsi obat dan nutrisi.

Sahabat, mari kita doakan agar Suhardin dapat kembali pulih dan bisa masuk sekolah lagi.

--

Selain Suhardin, di pedalaman NTT lain pun ada Ayuni yang perlu Anda bantu supaya bisa tetap bersekolah.

Ayuni selalu mendapat peringkat 5 besar mulai dari bangku SMP sampai SMA. Namun, kerap kali saat melihat pekerjaan ibunya yang melelahkan, Ayuni berkecil hati dapat meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.

Rasanya untuk dapat makan esok hari saja sudah sangat bersyukur. Apalagi jika ia bisa berkuliah dan menjadi orang yang sukses.

Klik di sini untuk membantu Ayuni dapat terus bersekolah dan meriah cita-citanya.

Rabu, 27 November 2019 : Cacar, Suhardin Dirawat di RSUD Bima, NTB

Salam Sahabat,

Mohon doanya untuk adik kita Suhardin. Saat ini, ia sedang dirawat inap di RSUD Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mengalami cacar dengan infeksi luka pada hidung dan mata.





Di tengah semangatnya Suhardin menimba ilmu di SMA PGRI Sape, Kec. Sape, Kab. Bima, NTB, Allah memberikan ujian kepadanya berupa sakit cacar. Saat ini, dokter melakukan pengobatan intensif kepada Suhardin.

Alhamdulillah atas bantuan Anda, biaya untuk pengobatan Suhardin di RSUD Bima dapat terpenuhi. Terima kasih Sahabat, semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlimpah. Aamiin.

Selain Suhardin, di pedalaman NTT lain pun ada Ayuni yang perlu Anda bantu supaya bisa tetap bersekolah.

Ayuni selalu mendapat peringkat 5 besar mulai dari bangku SMP sampai SMA. Namun, kerap kali saat melihat pekerjaan ibunya yang melelahkan, Ayuni berkecil hati dapat meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.

Rasanya untuk dapat makan esok hari saja sudah sangat bersyukur. Apalagi jika ia bisa berkuliah dan menjadi orang yang sukses.

Klik di sini untuk membantu Ayuni dapat terus bersekolah dan meraih cita-citanya

Jumat, 11 Oktober 2019 : Pembayaran Iuran Komite Suhardin

Halo Sahabat!

Masih ingat dengan Suhardin? Ia merupakan seorang anak yatim piatu yang tinggal di Desa Bugis, Kec. Sape, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di usia mudanya, ia harus banting tulang untuk menyambung hidup termasuk membiayai sekolahnya.

Alhamdulillah atas bantuan Anda serta pertolongan Allah, Suhardin dapat melanjutkan sekolah dari MTs Negeri Sape ke SMA PGRI Sape. Memasuki pertengahan semester di bangku kelas X, Suhardin diharuskan membayar iuran komite. Alhamdulillah, pembayaran pun telah dilakukan.

Rencananya, untuk pembayaran iuran komite selanjutnya akan dibayar untuk 3 tahun. Saat ini, relawan Insan Bumi Mandiri sedang menunggu konfirmasi jumlah biaya dari pihak sekolah.

Semoga Suhardin dapat belajar dengan baik dan meraih cita-citanya menjadi seorang tentara. Aamiin.

Terima kasih Sahabat, kini Suhardin dapat belajar dengan tenang tanpa memikirkan biaya sekolahnya. Semoga Allah juga senantiasa memudahkan semua urusan Anda. Aamiin.

Selain Suhardin, di pedalaman NTT lain pun ada Ayuni yang perlu Anda bantu supaya bisa tetap bersekolah.

Ayuni selalu mendapat peringkat 5 besar mulai dari bangku SMP sampai SMA. Namun, kerap kali saat melihat pekerjaan ibunya yang melelahkan, Ayuni berkecil hati dapat meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.

Rasanya untuk dapat makan esok hari saja sudah sangat bersyukur. Apalagi jika ia bisa berkuliah dan menjadi orang yang sukses.

Klik di sini untuk membantu Ayuni dapat terus bersekolah dan meriah cita-citanya.

Kamis, 16 Mei 2019 : PENDAFTARAN SEKOLAH UNTUK SUHARDIN

Sahabat, masih ingat Suhardin dan Nabila? Dua bersaudara yatim piatu yang tinggal di Desa Bugis, Kec. Sape, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat. Di usia mereka yang belia, mereka harus ikut banting tulang untuk menyambung kehidupan.

Sudah 4 tahun Suhardin dan Nabilah ditinggal selamanya oleh kedua orangtua. Kakaknya pun bukan orang yang berkecukupan untuk membiayai mereka. 

Alhamdulillah, atas izin Allah serta bantuan dari Anda, Suhardin dan Nabilah mendapatkan berbagai kemudahan untuk menyambung hari. 

Donasi Anda saat ini dipergunakan untuk pendaftaran sekolah Suhardin ke tingkat SMA. Selain itu, keduanya juga mendapatkan alat sekolah agar semakin semangat belajar. 

Terima kasih sahabat. Semoga bantuanmu akan menjadi berkah.
Ayo, terus bantu pendidikan yatim di pedalaman Indonesia.

Jumat, 25 Januari 2019 : PEMBANGUNAN KIOS UNTUK SUHARDIN TELAH SELESAI

Halo Sahabat! Masih ingat dengan Suhardin dan Nabila? Mereka adalah dua bersaudara yatim piatu yang sedang berjuang agar tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita. Alhamdulillah atas pertolongan Allah serta doa dan dukungan Sahabat, kios untuk keluarga Suhardin selesai dibangun. Di kios ini, keluarga Suhardin menjual beraneka ragam makanan, minuman, dan kebutuhan sehari-hari lainnya seperti sabun dan pasta gigi. Nabila dan Suhardin sangat senang telah memiliki kios sendiri. Dengan adanya kios ini, diharapkan bisa membantu keluarga Suhardin untuk berjualan sehingga perekonomiannya menjadi lebih baik. Untuk pendidikan Suhardin dan Nabila sendiri, rencananya, mereka akan mengikuti kursus bahasa Inggris. Terima kasih Sahabat, atas segala doa dan bantuan yang telah diberikan kepada Suhardin dan Nabila. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan untuk Sahabat. Di pedalaman sana, masih banyak anak-anak yang bernasib sama dengan Suhardin dan Nabila. Mari berbagi kelebihan yang Anda miliki untuk membantu mereka melalui program Laskar Matahari » https://www.insanbumimandiri.org/bantu-laskar-matahari

Kamis, 03 Januari 2019 : SUHARDIN & NABILA PUNYA KIOS SENDIRI

Halo Sahabat! Masih ingat dengan Suhardin dan Nabila? Mereka adalah dua bersaudara yatim piatu yang sedang berjuang agar tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita. Terima kasih Sahabat, atas segala doa dan bantuan yang telah diberikan kepada Suhardin dan Nabila. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan untuk Sahabat. Alhamdulillah pembangunan kios untuk keluarga Suhardin berjalan dengan lancar. Tukang telah menyelesaikan pembangunan dinding dan pemasangan atap. Saat ini, tahap pembangunan kios yang sedang dilakukan yakni plester lantai. Rencananya pembangunan kios akan dilanjutkan dengan pengecatan dinding. Selain itu, penyediaan barang-barang dagangan pun akan segera dilakukan. Dengan adanya kios ini, diharapkan bisa membantu keluarga Suhardin untuk berjualan sehingga perekonomiannya menjadi lebih baik.

Ahad, 23 Desember 2018 : PEMBANGUNAN KIOS UNTUK KELUARGA SUHARDIN

Kali ini penyaluran donasi diperuntukkan untuk pembangunan kios. Dengan adanya kios ini, diharapkan bisa membantu keluarga Suhardin untuk berjualan sehingga perekonomiannya menjadi lebih baik. Pembangunan kios masih dalam tahap pengadaan material. Material berupa paku, seng, semen, kayu, dan papan telah tersedia di lokasi pembangunan. Nabila telah mengikuti kegiatan belajar mengaji di TPQ Nurul Taufiq yang berada di Dusun Oi Wontu, Desa Soro, Kec. Lambu, Kab. Bima, NTB. Sambil menyelesaikan pembangunan kios, rencananya penyaluran donasi akan digunakan untuk membeli sepeda dan biaya masuk kursus bahasa Inggris. Sudah 4 tahun, Suhardin dan adiknya Nabila menjadi yatim piatu. Kini, dengan segala keterbatasan, mereka harus berjuang agar tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita. Mereka bersama kakak tertuanya tinggal di pedalaman Desa Bugis, Kec. Sape, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terima kasih Sahabat Pedalaman atas doa dan dukungannya yang telah diberikan kepada Suhardin dan Nabila. Semoga Allah memberkahi rezeki Sahabat. Mari kita sama-sama meringankan beban Suhardin dan adiknya agar mereka bisa terus bersekolah meraih cita-cita.

Kamis, 08 November 2018 : KINI KAMI DAPAT PERLENGKAPAN SEKOLAH BARU

Sudah 4 tahun, Suhardin dan adiknya Nabila menjadi yatim piatu. Kini, dengan segala keterbatasan, mereka harus berjuang agar tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita. Mereka bersama kakak tertuanya tinggal di Desa Bugis, Kec. Sape, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Alhamdulillah, atas doa dan dukungan Sahabat Pedalaman, Suhardin dan Nabila telah membeli perlengkapan sekolah. Relawan Insan Bumi Mandiri (IBM) menemani mereka berkeliling di Bima, NTB untuk memilih sesuai yang disukainya. Seragam sekolah, tas, sepatu, dan perlengkapan lain telah mereka beli. Selain untuk membeli perlengkapan sekolah, donasi yang terhimpun juga digunakan untuk membeli sembako, seperti beras dan telur. Rencananya, Suhardin dan Nabila akan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk menambah pengetahuannya. Selain mengikuti kegiatan belajar mengajar, Suhardin juga masih membantu kakaknya menjadi kuli bangunan. Sedangkan Nabila membantu bibinya di rumah untuk melakukan kegiatan rumah tangga seperti membersihkan rumah, memasak, dan mencuci. Terima kasih Sahabat Pedalaman atas doa dan dukungannya yang telah diberikan kepada Suhardin dan Nabila. Semoga Allah memberkahi rezeki Sahabat. Mari kita sama-sama meringankan beban Suhardin dan adiknya agar mereka bisa terus bersekolah meraih cita-cita.


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Riwayat Donasi

Loading...


Lihat Semua  
X

Riwayat Donasi


Loading...

Tutup

Facebook WhatsApp