:

BUKA PUASA UNTUK MUSLIM PEDALAMAN


Hidup di wilayah pedalaman dan terpencil seperti NTT, NTB, Papua dan wilayah terpencil lainnya di Indonesia memang tak mudah. Selain akses menuju kota yang cukup sulit, banyak dari mereka yang juga hidup serba kekurangan. Untuk itu, Insan Bumi Mandiri mengajak saudara muslimin di Indonesia untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan melalui program Buka Puasa Muslim Pedalaman di NTT, NTB, Papua, Sumsel, Sulteng dan wilayah pedalaman lainnya. 
Meski menjadi minoritas di beberapa wilayah terpencil seperti NTT, NTB dan Papua, muslim di daerah tersebut teguh memegang keyakinannya dan selalu berusaha menjadi muslim yang baik. Masjid di sana selalu ramai oleh jamaah terlebih di bulan Ramadhan. Orang beramai-ramai sholat tarawih, tadarus, dan menyelenggarakan pesantren kilat untuk anak-anak. Bahkan, beberapa ustadz di wilayah NTT rutin melakukan safari Ramadhan untuk berdakwah dari satu masjid ke masjid lainnya.
Euforia Ramadhan memang lekat terasa, namun sangat berbeda dengan euforia yang kita rasakan di sini. Di saat kita punya banyak pilihan menu buka puasa dan hidangan yang melimpah ruah, muslim di NTT dan NTB hanya bisa berbuka dengan jangung titi dan kenari yang dicampur dengan air kelapa. Tidak ada makanan mewah lainnya. Pun sama halnya dengan saudara muslim kita di Papua. Kondisi rumah yang dikelilingi rawa-rawa membuat sulitnya akses menuju tempat lainnya. Mereka hanya berbuka dengan hidangan ala kadarnya. Bahkan, karena keterbatasan pengetahuan, sebagian dari mereka kerap menjual hasil ikan untuk dibelikan mie instan. Sangat jauh dari kebutuhan gizi seimbang.
Sebagai wujud persaudaraan sesama muslim, mari kita sedekahkan sebagian dari harta kita untuk berbagi hidangan buka puasa bagi kaum muslimin di NTT, NTB, Papua, Sumsel, Sulteng dan daerah terpencil lainnya.
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi) 

#RamadhanDiPedalaman #ramadhan #pedalaman #SahabatPedalaman #InsanBumiMandiri 
Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84
Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung 

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225

Masih banyak muslim pedalaman Indonesia yang yang hidup serba kekurangan. Di Ramadhan tahun ini, mari bahagiakan mereka dengan berbagi hidangan buka puasa.


SUMUR AIR BERSIH UNTUK WARGA KAMPUNG NOKO

Saatmusim kemarau tiba, warga di Kampung Noko, Desa Bileon, Kec. Fautmolo Kab.Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan kesulitanm...

Bantu Sekarang

AYO BANTU RENOVASI PONDOK SATU-SATUNYA SONDO, NTB

PondokPesantren Ukhwa Islamiah, satu-satunya pondok pesantren di Dusun Sondo, DesaSanolo, Kec. Bolo, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 11 tahun...

Bantu Sekarang

BANTU PERLUAS MASJID NURUL IMAN DUSUN TENGAH NTB

MasjidNurul Iman, sebuah masjid kecil di Dusun Tengah, Desa Marada, Kec. Huu, Kab.Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbanding terbalik dengan ukura...

Bantu Sekarang

ANAK-ANAK DUSUN 5 SUMSEL BUTUH SEKOLAH YANG LAYAK

Sahabat masih ingatdengan Ustadz Abu Hasan? Ustadz yang berdakwah tanpa kenal lelah ini adalahkepala sekolah di Madrasah Diniyah Miftahul Jannah.Mad...

Bantu Sekarang

BANTU MUKTI, BAYI PENDERITA HYDROCEPHALUS

Hai Sahabat!Namaku Mukti Alfarizi.Enam bulan yang lalu, aku baru lahir ke bumi ini. Namun, tidak sepertiteman-temanku yang lain, aku lahir dengan...

Bantu Sekarang

BANGUN JEMBATAN DI KAMPUNG WURING, NTT

Warga Kampung Wuring,Kelurahan Wolomarang, Kec. Alok Barat, Kab. Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)tidak mempunyai akses jalan beraspal di daerah mere...

Bantu Sekarang

BANTU PAK TAMRIN BERJUANG MELAWAN TUMOR TIROID

Di usianya yang ke-47 tahun, Pak Tamrinhanya tinggal berdua dengan istrinya di Dusun Tente, Desa Dore Bara, KecamatanDompu, Kabupaten Dompu, Nusa Te...

Bantu Sekarang

BANGUN KEMBALI RUMAH PAK GUNTUR YANG TERBAKAR

Malam akhir bulan Januari menjadi momenmengerikan bagi keluarga Pak Guntur. Pukul 9 malam, kobaran api membakar habisrumah Pak Guntur di Dusun Timua...

Bantu Sekarang

BANTU FITRIANI BERJUANG LAWAN INFEKSI KULIT MENAHUN

Halo Sahabat!Salam kenal, namaku Fitriani. Aku sekarangberusia 12 tahun dan bersekolah di kelas 5 SD. Ayah dan Ibuku sudah tidak ada.Kini, aku tin...

Bantu Sekarang