:

BANGUN MASJID PERTAMA DI DUSUN EMPAT, SULTENG


Di daerah kota, masjid sangat mudah sekali ditemui. Kita dengan mudahnya pergi ke masjid jika ingin sholat berjamaah. Namun, kemudahan itu tidak dirasakan oleh muslim yang tinggal di Dusun Empat, Desa Supilopong, Kab. Parigi Moutong, Sulteng. Lebih dari 200 muslim setempat sulit mengakses masjid. 
Mereka harus turun gunung yang jaraknya lebih dari 4 km menuju masjid. Belum lagi jalanan yang menurun, cukup curam, dan licin selepas hujan. 
Setelah shalat berjamaah, mereka harus naik lagi dengan jalanan yang sangat sulit dilewati. Paling tidak mereka harus bolak-balik berjalan kaki sejauh 8 km untuk sholat berjamaah.
Tahun 2013, Pak Thamrin tokoh dan imam setempat sempat membangun mushola sederhana di atas gunung yang dekat dengan pemukiman warga. Bangunannya cukup sederhana, hanya terbuat dari anyaman bambu dan beratap dedaunan. 
Namun, mushola ini hanya bertahan beberapa bulan setelah dibangun karena diterjang angin badai. Sejak saat itu warga tak pernah lagi memiliki mushola ataupun masjid. Saat ramadhan, muslim setempat tarawih di saung sederhana yang pagi harinya dijadikan sekolah. 
Warga yang tinggal di sana bukan orang berada. Rerata dari mereka hanya bekerja sebagai petani dan pekebun cengkeh serta coklat. Penghasilannya pun tak seberapa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih sulit. 
Muslim di Dusun Empat punya impian besar untuk memiliki masjid sendiri. Mereka ingin sekali bisa shalat berjamaah tanpa terlambat. Keinginan mereka begitu mulia.
Mari kita bantu wujudkan mimpi mereka untuk membangun masjid pertama di Dusun Empat, Desa Supilopong, Kab. Parigi Moutong, Sulteng. 
Doa dan kontribusi dari kita akan memudahkan mereka dalam beribadah. Semoga bisa menjadi amal sholeh di sisi-Nya..
Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84
Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung 

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225

Muslim di Dusun Empat, Desa Supilopong, Sulteng tak pernah memiliki masjid. Untuk shalat berjamaah, mereka harus berjalan turun gunung sejauh lebih dari 4 km.


SUMUR AIR BERSIH UNTUK WARGA KAMPUNG NOKO

Saatmusim kemarau tiba, warga di Kampung Noko, Desa Bileon, Kec. Fautmolo Kab.Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan kesulitanm...

Bantu Sekarang

AYO BANTU RENOVASI PONDOK SATU-SATUNYA SONDO, NTB

PondokPesantren Ukhwa Islamiah, satu-satunya pondok pesantren di Dusun Sondo, DesaSanolo, Kec. Bolo, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 11 tahun...

Bantu Sekarang

BANTU PERLUAS MASJID NURUL IMAN DUSUN TENGAH NTB

MasjidNurul Iman, sebuah masjid kecil di Dusun Tengah, Desa Marada, Kec. Huu, Kab.Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbanding terbalik dengan ukura...

Bantu Sekarang

ANAK-ANAK DUSUN 5 SUMSEL BUTUH SEKOLAH YANG LAYAK

Sahabat masih ingatdengan Ustadz Abu Hasan? Ustadz yang berdakwah tanpa kenal lelah ini adalahkepala sekolah di Madrasah Diniyah Miftahul Jannah.Mad...

Bantu Sekarang

BANTU MUKTI, BAYI PENDERITA HYDROCEPHALUS

Hai Sahabat!Namaku Mukti Alfarizi.Enam bulan yang lalu, aku baru lahir ke bumi ini. Namun, tidak sepertiteman-temanku yang lain, aku lahir dengan...

Bantu Sekarang

BANGUN JEMBATAN DI KAMPUNG WURING, NTT

Warga Kampung Wuring,Kelurahan Wolomarang, Kec. Alok Barat, Kab. Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)tidak mempunyai akses jalan beraspal di daerah mere...

Bantu Sekarang

BANTU PAK TAMRIN BERJUANG MELAWAN TUMOR TIROID

Di usianya yang ke-47 tahun, Pak Tamrinhanya tinggal berdua dengan istrinya di Dusun Tente, Desa Dore Bara, KecamatanDompu, Kabupaten Dompu, Nusa Te...

Bantu Sekarang

BANGUN KEMBALI RUMAH PAK GUNTUR YANG TERBAKAR

Malam akhir bulan Januari menjadi momenmengerikan bagi keluarga Pak Guntur. Pukul 9 malam, kobaran api membakar habisrumah Pak Guntur di Dusun Timua...

Bantu Sekarang

BANTU FITRIANI BERJUANG LAWAN INFEKSI KULIT MENAHUN

Halo Sahabat!Salam kenal, namaku Fitriani. Aku sekarangberusia 12 tahun dan bersekolah di kelas 5 SD. Ayah dan Ibuku sudah tidak ada.Kini, aku tin...

Bantu Sekarang