MUDIK GURU PEDALAMAN..

MUDIK GURU PEDALAMAN..

Rp 12.225.054
dari target Rp 100.000.000
12.23% Tercapai
Sisa Waktu 0 Hari

Deskripsi Program


"Sederhana saja.. Saya cuma mau berbakti pada suami dan bermanfaat untuk banyak orang," ujar Bu Ila sembari tersenyum...

Tak banyak orang yang rela mengabdi dan menghabiskan kehidupannya untuk mengajar di pedalaman. Lain halnya dengan Bu Ila, seorang guru yang mengajar di Pulau Pura, sebuah pulau terpencil di Kab. Alor, NTT. Sebelum hijrah ke NTT, Bu Ila menghabiskan masa mudanya di Jember, Jatim sebagai pengajar di sebuah pesantren ternama. 

Tahun 2011, Bu Ila memantapkan hatinya ikut mengabdi bersama sang suami (Ustadz Kadir) di Timuabang, kampung halaman suami Bu Ila. Beliau rela melepaskan segala kenikmatan hidup yang dulu dengan mudah didapatkannya. 

Lokasi Pulau Pura terpencil bukan main. Paling tidak dibutuhkan waktu 1 jam menggunakan perahu dari pusat kota Kab. Alor. Tak hanya terpencil, Pulau Pura juga merupakan salah satu pulau yang minim sumber air bersih. Hanya ada satu sumur yang bisa digunakan untuk orang satu pulau dan satu sumur lagi yang masih dalam proses pembangunan. Tak hanya itu, medan Pulau Pura juga sangat terjal dan berbatu.

Menetap di Timuabang, Pulau Pura, Alor, NTT bukanlah perkara mudah bagi ibu dua orang anak ini. Bu Ila harus beradaptasi dengan segala kebiasaan dan medan di Pulau Pura.  Menanjak bebatuan besar sembari memikul air dari sumur dari pinggir laut dilakukan Bu Ila meski sedang hamil tua.

Tak terasa, sudah 7 tahun lamanya Bu Ila menetap di pedalaman NTT. Di sini, Bu Ila bersama suaminya mendirikan MIS Darussalam Timuabang, Pulau Pura. Hingga saat ini, Bu Ila aktif mengajar sebagai guru Seni Budaya dan Keterampilan.

Di pulau terpencil inilah Bu Ila mendedikasikan sisa hidupnya sebagai seorang guru honorer. Meski sudah mengajar lama, gaji yang beliau terima tak lebih dari Rp 450.000 setiap bulannya. Pun sama halnya dengan Ustadz Kadir. Jumlah itu hanya cukup tuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

Karena keterbatasan inilah, Bu Ila dan keluarga sudah beberapa tahun ini tak bisa pulang ke kampung halamannya di Jember, Jatim. Ia berkeinginan untuk menunaikan bakti dengan silaturahmi pada keluarga besar serta berziarah ke makam orang tua.

Tapi tak hanya itu, Bu Ila pulang ke Pulau Jawa juga untuk bisa mengumpulkan barang-barang keperluan sekolah di MIS Darussalam. Di antaranya adalah: baju olah raga, peralatan sekolah, hingga buku bacaan anak yang menurut Bu Ila sangat diperlukan anak-anak Pulau Pura.

Namun apa daya, mereka tak bisa membayar ongkos mudik yang jumlahnya lumayan besar. Hingga kini, Bu Ila selalu bersabar dalam penantiannya, beliau yakin suatu saat nanti keinginannya untuk mudik ke kampung halaman bisa segera terwujud.

Mari, bantu kami membiayai Bu Ila serta guru-guru di pedalaman lainnya untuk bisa pulang mudik tahun ini. Agar semakin banyak kebaikan yang bisa kita wujudkan untuk pejuang pendidikan di pedalaman ini…

****
Bu Ila adalah satu dari sekian pengajar pedalaman yang bermimpi untuk mudik ke kampung halaman setelah mengabdi bertahun-tahun. Sebagai bentuk apresiasi, mari kita bantu wujudkan mimpi guru pedalaman agar bisa pulang ke kampung halaman dan bertemu keluarga besar yang sudah lama ditinggalkan.

#RamadhanDiPedalaman #ramadhan #pedalaman #SahabatPedalaman #InsanBumiMandiri


Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84
Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung 

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Berita Terbaru

Ahad, 17 Juni 2018 : AKHIRNYA BU ILA MUDIK KE JEMBER

Bu Ila sudah 7 tahun mengabdi sebagai guru di Pulau Pura, Kab. Alor, NTT. Namun, 5 tahun terakhir ini ia tak pernah lagi mudik ke kampung halamannya di Jember dikarenakan keterbatasan ekonomi untuk mudik ke kampung halamannya yang memerlukan biaya cukup mahal. Alhamdulillah Idul Fitri kali ini, Bu Ila bersama suami dan kedua anaknya dapat mudik ke kampung halamannya di Kec. Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Perjalanan yang ditempuh untuk mudik pun cukup jauh dan melelahkan. Bu Ila dan keluarga terlebih dahulu menyeberang lautan dari Pulau Pura menuju Pulau Alor. Dari Alor, perjalanan dilanjutkan menggunakan pesawat terbang menuju Surabaya. Kemudian, perjalanan masih harus dilanjutkan melewati jalur darat, keluarga Bu Ila menggunakan mobil travel ke Jember dengan waktu tempuh 4-5 jam perjalanan. Akhirnya Bu Ila dapat bersilaturahmi dengan keluarganya di Jember dan tak lupa untuk berziarah ke makam orang tuanya. Selain dimanfaatkan untuk silaturahmi dengan keluarga, kepulangan Bu Ila ke Jember pun ia manfaatkan untuk mencari bahan baju olahraga dan mengumpulkan buku-buku untuk siswa MIS Darussalam di Pulau Pura. Jazakumullah khairan katsiran kepada Sahabat Pedalaman yang telah membantu Bu Ila mewujudkan mimpinya mudik ke kampung halaman. Semoga kebaikan Sahabat sekalian mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Aamiin.


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Riwayat Donasi

Loading...


Lihat Semua  
X

Riwayat Donasi


Loading...

Tutup

Facebook WhatsApp