:

MUDIK GURU PEDALAMAN


"Sederhana saja.. Saya cuma mau berbakti pada suami dan bermanfaat untuk banyak orang," ujar Bu Ila sembari tersenyum...
Tak banyak orang yang rela mengabdi dan menghabiskan kehidupannya untuk mengajar di pedalaman. Lain halnya dengan Bu Ila, seorang guru yang mengajar di Pulau Pura, sebuah pulau terpencil di Kab. Alor, NTT. Sebelum hijrah ke NTT, Bu Ila menghabiskan masa mudanya di Jember, Jatim sebagai pengajar di sebuah pesantren ternama. 
Tahun 2011, Bu Ila memantapkan hatinya ikut mengabdi bersama sang suami (Ustadz Kadir) di Timuabang, kampung halaman suami Bu Ila. Beliau rela melepaskan segala kenikmatan hidup yang dulu dengan mudah didapatkannya. 
Lokasi Pulau Pura terpencil bukan main. Paling tidak dibutuhkan waktu 1 jam menggunakan perahu dari pusat kota Kab. Alor. Tak hanya terpencil, Pulau Pura juga merupakan salah satu pulau yang minim sumber air bersih. Hanya ada satu sumur yang bisa digunakan untuk orang satu pulau dan satu sumur lagi yang masih dalam proses pembangunan. Tak hanya itu, medan Pulau Pura juga sangat terjal dan berbatu.
Menetap di Timuabang, Pulau Pura, Alor, NTT bukanlah perkara mudah bagi ibu dua orang anak ini. Bu Ila harus beradaptasi dengan segala kebiasaan dan medan di Pulau Pura.  Menanjak bebatuan besar sembari memikul air dari sumur dari pinggir laut dilakukan Bu Ila meski sedang hamil tua.
Tak terasa, sudah 7 tahun lamanya Bu Ila menetap di pedalaman NTT. Di sini, Bu Ila bersama suaminya mendirikan MIS Darussalam Timuabang, Pulau Pura. Hingga saat ini, Bu Ila aktif mengajar sebagai guru Seni Budaya dan Keterampilan.
Di pulau terpencil inilah Bu Ila mendedikasikan sisa hidupnya sebagai seorang guru honorer. Meski sudah mengajar lama, gaji yang beliau terima tak lebih dari Rp 450.000 setiap bulannya. Pun sama halnya dengan Ustadz Kadir. Jumlah itu hanya cukup tuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 
Karena keterbatasan inilah, Bu Ila dan keluarga sudah beberapa tahun ini tak bisa pulang ke kampung halamannya di Jember, Jatim. Ia berkeinginan untuk menunaikan bakti dengan silaturahmi pada keluarga besar serta berziarah ke makam orang tua.
Tapi tak hanya itu, Bu Ila pulang ke Pulau Jawa juga untuk bisa mengumpulkan barang-barang keperluan sekolah di MIS Darussalam. Di antaranya adalah: baju olah raga, peralatan sekolah, hingga buku bacaan anak yang menurut Bu Ila sangat diperlukan anak-anak Pulau Pura.
Namun apa daya, mereka tak bisa membayar ongkos mudik yang jumlahnya lumayan besar. Hingga kini, Bu Ila selalu bersabar dalam penantiannya, beliau yakin suatu saat nanti keinginannya untuk mudik ke kampung halaman bisa segera terwujud.
Mari, bantu kami membiayai Bu Ila serta guru-guru di pedalaman lainnya untuk bisa pulang mudik tahun ini. Agar semakin banyak kebaikan yang bisa kita wujudkan untuk pejuang pendidikan di pedalaman ini…
****
Bu Ila adalah satu dari sekian pengajar pedalaman yang bermimpi untuk mudik ke kampung halaman setelah mengabdi bertahun-tahun. Sebagai bentuk apresiasi, mari kita bantu wujudkan mimpi guru pedalaman agar bisa pulang ke kampung halaman dan bertemu keluarga besar yang sudah lama ditinggalkan.
#RamadhanDiPedalaman #ramadhan #pedalaman #SahabatPedalaman #InsanBumiMandiri
Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84
Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung 
SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225

Bu Ila sudah 7 tahun mengabdi di pedalaman NTT. Namun, 5 tahun terakhir ini Bu Ila tak pernah lagi mudik ke kampung halamannya di Jember.


SUMUR AIR BERSIH UNTUK WARGA KAMPUNG NOKO

Saatmusim kemarau tiba, warga di Kampung Noko, Desa Bileon, Kec. Fautmolo Kab.Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan kesulitanm...

Bantu Sekarang

AYO BANTU RENOVASI PONDOK SATU-SATUNYA SONDO, NTB

PondokPesantren Ukhwa Islamiah, satu-satunya pondok pesantren di Dusun Sondo, DesaSanolo, Kec. Bolo, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 11 tahun...

Bantu Sekarang

BANTU PERLUAS MASJID NURUL IMAN DUSUN TENGAH NTB

MasjidNurul Iman, sebuah masjid kecil di Dusun Tengah, Desa Marada, Kec. Huu, Kab.Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbanding terbalik dengan ukura...

Bantu Sekarang

ANAK-ANAK DUSUN 5 SUMSEL BUTUH SEKOLAH YANG LAYAK

Sahabat masih ingatdengan Ustadz Abu Hasan? Ustadz yang berdakwah tanpa kenal lelah ini adalahkepala sekolah di Madrasah Diniyah Miftahul Jannah.Mad...

Bantu Sekarang

BANTU MUKTI, BAYI PENDERITA HYDROCEPHALUS

Hai Sahabat!Namaku Mukti Alfarizi.Enam bulan yang lalu, aku baru lahir ke bumi ini. Namun, tidak sepertiteman-temanku yang lain, aku lahir dengan...

Bantu Sekarang

BANGUN JEMBATAN DI KAMPUNG WURING, NTT

Warga Kampung Wuring,Kelurahan Wolomarang, Kec. Alok Barat, Kab. Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)tidak mempunyai akses jalan beraspal di daerah mere...

Bantu Sekarang

BANTU PAK TAMRIN BERJUANG MELAWAN TUMOR TIROID

Di usianya yang ke-47 tahun, Pak Tamrinhanya tinggal berdua dengan istrinya di Dusun Tente, Desa Dore Bara, KecamatanDompu, Kabupaten Dompu, Nusa Te...

Bantu Sekarang

BANGUN KEMBALI RUMAH PAK GUNTUR YANG TERBAKAR

Malam akhir bulan Januari menjadi momenmengerikan bagi keluarga Pak Guntur. Pukul 9 malam, kobaran api membakar habisrumah Pak Guntur di Dusun Timua...

Bantu Sekarang

BANTU FITRIANI BERJUANG LAWAN INFEKSI KULIT MENAHUN

Halo Sahabat!Salam kenal, namaku Fitriani. Aku sekarangberusia 12 tahun dan bersekolah di kelas 5 SD. Ayah dan Ibuku sudah tidak ada.Kini, aku tin...

Bantu Sekarang