Nur Sakinah VS Tumor Parotis

Nur Sakinah VS Tumor Parotis

Rp 6.265.216
dari target Rp 150.000.000
4.18% Tercapai
Sisa Waktu 8 Hari

Deskripsi Program

Halo Sahabat Pedalaman!


Nama saya Nur Sakinah. Saya tinggal di Kel. Mande, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Nenek seorang diri membesarkan saya sejak kecil. Ibu saya sudah meninggal karena sakit. Lalu ayah menikah lagi, meninggalkan saya dan nenek yang tak berdaya. 

Tinggal bersama nenek, kami berarti hidup dalam kesederhanaan. Kami memang dikenal sebagai keluarga kurang mampu, rumah nenek pun menjadi sorotan pemerintah untuk diperbaiki

 

Tak disangka, tiba-tiba di bawah rahang saya muncul benjolan. Saya kesulitan bernapas, menelan makanan pun sangat sulit. Sejak saat itu tubuh saya makin melemah. Saya tidak bisa apa-apa.

 

Kata dokter, ini namanya tumor parotis dan sudah sangat parah. Saya pun sudah semakin tidak kuat. Rumah sakit umum yang menerima BPJS mengharuskan saya mengantre berminggu-minggu. Rumah sakit swasta tak bisa terima BPJS dan biayanya tak bisa kami tebus. Padahal saya ingin sekali sembuh. 

 

Saya rindu ketika makanan terasa nikmat dan bernapas tak jadi masalah. Saya ingin banggakan ibu di surga, bisa bekerja dan memudahkan hidup nenek. Saya tidak ingin terus menerus dalam kondisi tak berdaya seperti sekarang. 

Semoga Allah menjawab doa saya dengan kesembuhan. Aamiin.

 

----

 

Sahabat, mari bantu Nur Sakinah agar bisa sembuh dari tumor parotis dengan berbagi sebagian kelebihan rezeki yang kita miliki.

 

Insan Bumi Mandiri


(022) 205 251 84

 

Kompleks Setra Dago
Jl. Setra Dago Barat No. 25, Antapani, Bandung

 

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225
0812 2145 114
0896 9900 1125

 


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Berita Terbaru

Jumat, 31 Januari 2020 : Tumor Parotis di Rahang Nur Telah Diangkat

Perkenalkan nama saya Nur Sakinah. Saat ini usia saya 22 tahun. Saya mengalami tumor parotis di bawah rahang. Saya kesulitan bernapas, menelan makanan pun sangat sulit. Sejak saat itu tubuh saya makin melemah. Saya tidak bisa apa-apa. Namun, saya tidak boleh kalah dengan penyakit ini.

16 Januari 2020, saya melakukan pemeriksaan tumor parotis di RSUP Sanglah, Bali. Pemeriksaan yang dilakukan di antaranya darah dan pengambilan kultur atau biopsi. 

Dokter menyatakan saya mengalami tumor parotis yang berada di rahang dan tidak ganas. Tindakan operasi di RSUP Sanglah Bali harus menunggu hingga tiga minggu. Namun, kondisi saya semakin memburuk. Jika menunggu sampai tiga minggu, tumornya akan bertambah besar dan menyebar ke seluruh tubuh, bahkan saya bisa meninggal.

Keesokan harinya, relawan Insan Bumi Mandiri langsung membawa saya ke Rumah Sakit Prima Medika, Bali dan bertemu dengan dokter spesialis onkologi. Dokter menyatakan saya bisa melakukan operasi esok hari. Namun, karena rumah sakit ini tidak menerima pasien BPJS, maka biayanya menjadi sangat mahal yakni Rp36.000.000.

Meskipun begitu, Allah tetap memberikan jalan kesembuhan pada saya. Pihak rumah sakit membolehkan saya tetap beroperasi dengan catatan membayar uang muka sebesar Rp13.000.000. Alhamdulillah, 18 Januari 2020 saya telah melakukan operasi pengangkatan tumor parotis di rumah sakit tersebut. Tumor yang diangkat sebesar batu kerikil. Pasca operasi, saya jalani rawat inap selama tiga hari.

Kian hari, kondisi saya semakin membaik. Dokter pun sudah membolehkan untuk kembali ke rumah di Kel. Mande, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, saya mengonsumsi obat dan rutin mengolesi salep. 

Rencananya saya pun akan menjalani fisioterapi untuk mengaktifkan kembali otot-otot leher yang kaku agar bisa digerakkan dengan leluasa. Saya akan kembali kontrol ke dokter dua bulan ke depan. Saat ini, saya masih ada sisa hutang ke rumah sakit sekitar Rp13.000.000.

Terima kasih banyak Sahabat Pedalaman atas bantuan yang telah Anda berikan untuk saya. Semoga Allah mengabulkan segala doa Anda dan keluarga. Aamiin.
--

Mari terus bantu Nur Sakinah agar bisa melunasi hutang ke rumah sakit dan melakukan fisioterapi serta pemeriksaan ke dokter sehingga bisa sembuh sepenuhnya.


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Riwayat Donasi

Loading...


Lihat Semua  
X

Riwayat Donasi


Loading...

Tutup

Facebook Twitter Google Pinterest Text Email