Operasi Pencangkokan Hati untuk Athira..

Operasi Pencangkokan Hati untuk Athira..

Rp 21.822.510
dari target Rp 2.000.000.000
1.09% Tercapai
Sisa Waktu 0 Hari

Deskripsi Program

Betapa berat rasa sakit yang harus Athira hadapi di usianya yang masih 3 tahun. Hatinya rusak, hingga tulangnya keropos dan bisa tiba-tiba patah. Ia butuh pencangkokan hati yang membutuhkan biaya hampir 2 miliar. Ayahnya yang seorang sopir truk tak mampu menanggung biaya tersebut.
--- 


Betapa bahagia hati Bu Ani dan Pak Titis saat mengetahui akan dianugerahi anak kembar. 

Setelah menunggu dengan penuh harap di rumah sederhana mereka di Desa Kolok, Kec. Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, akhirnya dua putri cantik lahir pada tanggal 27 Oktober 2017.

Mereka menamainya Athira dan Athisya.

Berbeda dengan kondisi Athisya, saat lahir badan Athira menguning hingga usianya 5 bulan. Bahkan, lambat laun perut Athira juga membesar.

Alangkah sedihnya Bu Ani dan Pak Titis saat dokter menyatakan bahwa kondisi hati Athira telah rusak dan membutuhkan cangkok hati.

Tentu cangkok hati bukanlah urusan yang sederhana. Mereka harus menemukan donor yang organ hatinya cocok agar bisa diterima oleh tubuh Athira. 

Terlebih, mereka juga diberi tahu bahwa operasi pencangkokan hati membutuhkan biaya sebesar 1,5 miliar, di luar berbagai kebutuhan perawatan sebelum dan sesudah operasi.

Orang tua Athira telah mengerahkan segala usaha mereka hingga berkelana ke banyak rumah sakit di Sumatera. Bahkan hingga saat ini Athira berada di RS Cipto Mangunkusumo, mereka belum juga menemukan donor yang tepat.

Athira pun harus bergantung pada obat-obatan untuk mencegah hatinya semakin rusak sebelum mendapatkan operasi cangkok hati. Sayangnya, obat-obatan tersebut banyak yang tidak dapat ditanggung oleh BPJS karena terlalu mahal.

Mereka sangat bingung harus ke mana mencari uang. Sang ayah hanyalah seorang sopir truk, dan ibunya membantu berjualan di warung kecil.

3 tahun berlalu, kini kondisi Athira pun memburuk. Kerusakan hati membuat tulang Athira keropos hingga tulang kaki dan tangannya patah secara tiba-tiba.

Sahabat, tentu tak tertahankan rasa sakit yang Athira alami, juga kepedihan yang orang tuanya hadapi. Mari kita ringankan beban berat Athira dan kedua orang tuanya.

 

---
Kantor Utama Insan Bumi Mandiri
Kompleks Setra Dago
Jl. Setra Dago Barat No. 25, Antapani, Bandung
(022) 205 251 84

SMS/WA Konfirmasi:
0813 2460 7225
0812 2145 114
0896 9900 1125


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Berita Terbaru

Senin, 19 Oktober 2020 : Selamat jalan, Athira

Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun, telah meninggal dunia adik kita, Athira Dwi Rayadinata pada 10 Oktober 2020. Athira meninggal setelah berjuang melawan kerusakan hati yang dialaminya sejak lahir. 

Sebelum meninggal, kondisi Athira sempat memburuk. Selain tulangnya yang menjadi keropos sehingga mudah patah, Athira juga sempat mengalami demam tinggi hingga muntah darah yang membuat tubuhnya semakin melemah. 

Kini, Athira sudah tak merasakan sakit lagi. Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk Athira di sisi-Nya dan menjadikannya tabungan bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak. Semoga Allah juga senantiasa memberikan ketabahan dan kekuatan bagi orang tua dan keluarga Athira. 

Terima kasih atas doa dan dukunganmu untuk membantu perjuangan Athira selama ini, Sahabat. Semoga kebaikanmu dibalas dengan sebaik-baiknya balasan.

Selasa, 13 Oktober 2020 : Gawat! Kondisi Athira Memburuk Hingga Muntah Darah

Salam, Sahabat Pedalaman

Terima kasih banyak telah mengalirkan kebaikan Anda untuk Athira, balita pejuang kerusakan hati yang berasal dari Desa Kolok, Kec. Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Bantuan Anda sungguh berarti bagi Athira dan keluarganya. Semoga Allah membalasnya dengan menganugerahkan kesehatan untuk Anda sekeluarga.

Sudah lama Athira berada di RS Cipto Mangunkusumo. Akan tetapi, selain belum mendapatkan donor, beberapa obat juga sulit Athira dapatkan karena keterbatasan biaya. Obat-obatan tersebut sangat mahal dan tidak tercover oleh BPJS.

Kini kondisi Athira memburuk hingga ia mengalami muntah darah disertai demam tinggi. Orang tua Athira sangat cemas akan keberlangsungan hidup anak mereka.

Sahabat, betapa berat situasi yang saat ini dihadapi Athira dan keluarganya. Mari ringankan beban mereka dengan bantu Athira. Klik di sini.


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Riwayat Donasi

Loading...

Lihat Semua  
X

Riwayat Donasi


Loading...

Tutup

Facebook WhatsApp