:

1,5 JAM MENDAYUNG PERAHU DEMI BERSEKOLAH

Saat sinar fajar masih menyeruak perlahan, 65 siswa SMA Pulau Pemana, Kab. Sikka, NTTini sudah bersiap di tepi dermaga. Mereka menunggu sampan kecil untuk menyeberang dari pulau seberang menuju Pulau Pemana, tempat mereka bersekolah. Satu per satu anak mulai duduk dengan tenang dalam sampan. Dalam sekali pemberangkatan, mereka harus merogoh kocek sebesar Rp 15.000.

(Mendayung perahu selama 1,5 jam dari pulau satu ke pulau lainnya)


Dikayuhnya sampan itu mengarungi lautan selama 1,5 jam. Setibanya di ujung dermaga Pulau Pemana, mereka berjalan sembari menjinjing sepatu hingga tiba di daratan.

Tak setiap saat ada sampan yang bisa ditumpangi, padahal anak-anak ini sangat bergatung pada sampan yang lewat di dermaga tersebut. Maka dari itu, mereka kerap menginap di rumah-rumah warga sekitar dermaga agar tidak ketinggalan perahu sampan.

(Agar tidak ketinggalan perahu, mereka harus menginap di rumah warga)


Meski dengan keterbatasan transportasi, anak-anak SMA Pulau Pemana ini tetap terus bersekolah.. Mereka sangat berharap bisa memiliki kapal motor sendiri, tanpa perlu menunggu jadwal yang tak pasti dari sampan-sampan milik nelayan..

Yuk patungan bantu anak-anak SMA Pulau Pemana Sikka untuk memiliki perahu yang akan mengantarnya pergi belajar ke sekolah..



Insan Bumi Mandiri

(022) 205 251 84

Komplek Setra Dago

Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung


Kantor Cabang Insan Bumi Mandiri NTT

Mekar Indah RT.001/RW.006 Kelurahan Kalabahi Timur

Teluk Mutiara, Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur


SMS/WA Konfirmasi:

0813 2460 7225



Kabar Terbaru
Setiap hari, 65 siswa SMA Pulau Pemana, Sikka, NTT mengarungi lautan selama 1,5 jam dengan sampan dayung untuk menuju ke sekolahnya.