10 Cara Siap Hadapi New Normal

Jumat, 29 Mei 2020

Setelah istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), kini tambah lagi koleksi istilah kita di masa pandemi, yakni New Normal. Apa itu new normal? Secara bahasa, new normal ini berasal dari istilah asing yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti kenormalan baru. Kepopuleran frasa new normal menjadi melejit selepas peraturan  kenormalan baru ini dicanangkan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Beragam pendapat dari para pakar pun bermunculan, ada yang pro, tentu pula ada yang kontra. Masing-masing pakar memiliki analisi yang mendukung opini mengenai new normal ini. Misalnya saja menurut Peneliti Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Pradiptajati Kusuma, jika memang new normal akan diberlakukan, maka perlu skenario yang matang.

Jika kondisi terpahitnya dari new normal ini adalah semakin masifnya penyebaran virus, maka pemerintah sudah harus menjamin siapnya ketersediaan fasilitas rumah sakit kesehatan, sarana pengobatan yang baik, dan seterusnya. Meski sudah new normal, pemerintah tetap butuh data dan pemantauan, tak bisa berdamai begitu saja aja. Apalagi untuk masyarakat yang kemungkinan besar memiliki risiko tinggi terpapar covid-19 ini setelah new normal berlaku.

Banyak hal yang harus kita persiapkan untuk menghadapi new normal ini. Bukan hanya materiel, tapi juga secara imateriel. Untuk membantu Anda menghadapi new normal, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan new normal:

  1. Referensi Kredibel

Di tengah pandemi ini masih ada saja oknum yang memanfaatkan momen new normal untuk tujuan pribadinya. Entah dengan menyebarkan hoax sebagai strategi marketing untuk mendongkrak omzet atau membuat perpecahan antara masyarakat dengan pemerintah. Maka dari itu, hal pertama yang harus kita persiapkan untuk menghadapi new normal ini adalah mencari referensi info kredibel seputar pandemi covid-19. Info itu bisa Anda dapatkan dari jurnal, komparasi media massa, dan forum diskusi ilmiah. Kurangi informasi negatif tentang covid-19 yang hanya membuat Anda menjadi stress. Kita bisa perbanyak membaca berita baik tentang covid-19 agar memunculkan harapan baik dalam diri kita. Sebab, masih banyak kabar baik dari pandemi yang perlu kita syukuri

 

  1. Belajar Teknologi

Tak dipungkiri, new normal memaksa kita untuk lebih bisa melek teknologi. Kebiasaan dan aktivitas kita berubah setelah pandemi ini menyerang. Sebagian besar kegiatan kita saat ini pun dilakukan lewat online. Transaksi jual beli saat ini sangat meminimalisasi penggunaan uang cash. Maka, sudah saatnya kita belajar bagaimana cara menggunakan transaksi dan berkegiatan online dalam menghadapi new normal.

Baca Juga: 8 Perilaku yang Berubah Selama Covid-19

 

  1. Lebih Protektif

Siapa di sini yang dulu sebelum makan, cuci tangannya cuma pakai air kobokan? Setelah new normal, mari ucapkan selamat tinggal pada air kobokan. Pandemi membuat kita lebih protektif terhadap masalah kesehatan. Cuci tangan sudah tak cukup dengan air dan jeruk nipis. Di masa new normal, mencuci tangan harus dengan air mengalir, sabun, digosok dengan 7 cara, dan ditambah hand sanitizer. Masker dan sarung tangan pun menjadi kebutuhan pokok di masa new normal ini. Jarak fisik pun sangat dijaga. Dulu, saat naik angkutan umum, desak-desakan tak jadi masalah. Namun, kini jarak kita satu sama lain harus sejauh minimal 1,8 meter.

 

  1. Kelola Keuangan

Inilah langkah new normal yang selanjutnya. Perubahan kebutuhan setelah pandemi menyerang membuat kita harus mengulangi pengelolaan keuangan. Minimnya aktivitas di luar rumah, membuat kebutuhan sehari-hari kita jadi bisa dialihkan pada hal lain, seperti penambahan kuota internet dan alat-alat kesehatan. Namun, ada satu hal yang tak berubah meski new normal akan diberlakukan, yaitu kebiaikan. Sebagai makhluk sosial, kita tentu harus saling tolong menolong di saat apapun, apalagi masa pandemi seperti ini. New normal tak akan mengubah kebaikan Anda pada sesama. Silakan bergabung dengan ribuan Sahabat lain untuk membantu mereka di sini >> Bantu Pejuang Keluargan Terdampak Covid-19

 

  1. Kembangkan Kreativitas

Mau tak mau, salah satu hal penting yang harus kita persiapkan untuk menyambut new normal adalah asah kreativitas. Kenapa? Perubahan kebiasaan orang setelah pandemi ini muncul membuat kita, terutama bagi para pelaku bisnis dituntut untuk memutar otak, mencari jalan kreatif agar usaha kita tidak mati karena corona. Para pengusaha yang tadinya hanya berjualan offline, kini harus bisa bersaing di ranah online dengan memanfaatkan market place yang tersedia. Mereka pun harus mulai mengoptimasi media sosial dan website sendiri agar bisa berjuang mempertahankan usahanya.

 

  1. Cadangan Pangan

Pembatasan kegiatan di luar ruangan membuat kita tak bisa sering-sering pergi. Maka, buatlah list kebutuhan pangan selama seminggu untuk Anda dan keluarga. Agar saat jadwal keluar untuk berbelanja, semua kebutuhan Anda mempersiapkan new normal sudah terpenuhi.

Klik di sini untuk Bantu Ketahanan Pangan Warga Pedalaman Hadapi Covid-19

 

  1. Siapkan SIKM

Apa itu SIKM? SIKM adalah Surat Izin Keluar Masuk. Surat ini termasuk salah satu hal yang sangat dibutuhkan di masa new normal, terutama untuk Anda jika harus keluar masuk ibu kota DKI Jakarta. Surat keterangan kerja pun diperlukan untuk para pekerja yang akan melintasi wilayah PSBB.

 

  1. Rapid Test

Jika Anda bisa mengakses dengan mudah jasa medis untuk melakukan rapid test, maka pesanlah sekarang juga. Untuk menghadapi new normal ini, Anda dan keluarga perlu untuk mengetahui bagaimana kondisi Anda saat ini. Sebab status pasien covid-19 tak hanya PDP atau ODP, tapi juga OTG atau Orang Tanpa Gejala.

 

  1. Shift Aman