Hari Kanker Sedunia 2020 : Ragam Kasus Kanker di Pedalaman Indonesia

Rabu, 05 Februari 2020

Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari. Peringatan ini diawali oleh Union International Cancer Control (UICC) pada tahun 2000 lalu. Hari Kanker Sedunia ditulis di dalam Charter of Paris Against Cancer (Piagam Paris Melawan Kaner). Tema tahun ini adalah “I am and I Will”, mengingatkan individu agar berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran untuk melawan kanker.


Kanker hingga sekarang sudah menjadi penyakit yang mematikan. Terhitung kanker telah membunuh 9,6 juta orang. Jumlah tersebut diprediksi menjadi 13,2 juta orang per tahun pada tahun 2030 jika tidak dilawan dan tidak ada kemauan dalam memeranginya.

Di Indonesia sendiri jumlah penderita kanker cukup banyak dan perlu mendapat perhatian. Dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, Indonesia berada di urutan ke delapan di Asia Tenggara dan urutan 23 di Asia dalam jumlah penderita kanker dengan 136,2 angka penyakit kanker per seratus ribu penduduk. 
Berikut adalah jenis-jenis kanker yang mematikan di Indonesia dan banyak ditangani oleh Insan Bumi Mandiri:


1.    Kanker Payudara


Kanker payudara adalah salah satu jenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Kanker ini akan tumbuh ketika terdapat pertumbuhan abnormal yang berasal dari sel-sel payudara. Sel-sel tersebut berakumulasi dan membelah diri lebih cepat dari sel normal, lalu membentuk benjolan atau massa. Ketika stadium yang diderita lebih parah, sel-sel abnormal ini akan menyebar melalui kelenjar getah bening ke organ tubuh lainnya. 


Seperti Bu Maryani, salah satu warga yang Insan Bumi Mandiri salurkan bantuan kesehatan. Bu Maryani merupakan salah satu pejuang kanker payudara yang berasal dari Desa Lagu, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pada bulan Januari 2019 lalu muncul benjolan dan rasa sakit di payudara sebelah kiri beliau. Suaminya hanya seorang nelayan dengan penghasilan tak seberapa. Keterbatasan biaya membuat Bu Maryani tidak melakukan apapun. Beliau pun akhirnya menjalani pengobatan tradisional.


Akibat tak tertangani dengan baik, kanker payudara yang dialami Bu Maryani semakin parah. 6 bulan setelah benjolan pertama, ada daging yang muncul. Bentuknya seperti kembang kol yang berbau busuk dan mengeluarkan nanah. Sakit yang dirasakan pun menjadi-jadi seperti ditusuk-tusuk hingga ke punggungnya. Tangan kirinya pun sulit untuk digerakkan. Setelah diperiksa, ternyata kanker payudara Bu Maryani sudah masuk stadium 4. 


Berkat bantuan dari Sahabat, pada bulan Desember 2019 Insan Bumi Mandiri menyalurkan bantuan untuk Bu Maryani agar bisa menjalani operasi di Surya Husadha Hospital, Bali dengan lancar. Saat ini beliau sedang melakukan proses pemulihan.


2.    Kanker Mata


Kanker mata merupakan penyakit yang terjadi karena sel-sel di jaringan mata tumbuh tanpa terkendali dan pertumbuhannya bisa menyebar ke daerah yang lain. Ketika sel-sel tersebut tumbuh dan menyebar, sel-sel itu akan merusak sel-sel normal di sekitarnya. 


Penyebaran kanker mata bermula dari bagian mata ataupun dari organ lain yang sel kankernya menyebar ke bagian mata. Kanker mata yang langsung berasal dari bagian mata disebut dengan kanker mata primer. Sedangkan kanker mata yang berasal dari organ lain disebut kanker mata sekunder. 


Meskipun termasuk penyakit yang jarang terjadi, kanker mata dialami oleh Bu Yulastry, salah satu penerima bantuan dari Insan Bumi Mandiri. Ibu tiga anak ini berasal dari Dusun Raba Baka, Desa Raba Baka, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada awalnya mata Bu Yulastry mengalami gatal, panas, serta keluar air dan kotoran. Semakin lama penyakitnya semakin parah, matanya menjadi bengkak dan infeksi hingga saat ini. Hal ini terjadi di mata kirinya, sehingga tidak bisa lagi digunakan dengan normal.


Suaminya yang hanya berpenghasilan Rp400.000 membuat Bu Yulastri tidak bisa berbuat banyak. Semua penghasilannya terkadang tidak cukup untuk biaya sehari-harinya, apalagi untuk pengobatan. Kini, ia dan keluarganya hanya dapat berdoa dan berharap agar banyak orang baik yang membantu dirinya. Jika Sahabat tertarik untuk membantu, Insan Bumi Mandiri memberikan kesempatan terbuka untukmu. Klik di sini.


3.    Kanker Hati


Hati adalah organ yang memiliki fungsi untuk menetralisir racun di dalam tubuh, mematabolisme beberapa hormon, serta membentuk protein dan juga faktor pembekuan darah. Kanker hati merupakan kanker yang berasal dari organ hati, lalu dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain. Kondisi ini dapat terjadi ketika sel-sel di dalam hati bermutasi serta membentuk tumor. Kanker hati adalah salah satu dari lima jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Berdasarkan riset World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, kanker  hati telah menyebabkan 700.000 orang mati.


Salah satu pejuang kanker hati yang Insan Bumi Mandiri temui berada di pedalaman NTB adalah Pak Abbas. Bapak dua orang anak ini berasal dari Dusun Adu, Desa Adu, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, NTB. Pak Abbas mengalami kanker hati berjenis hepatoma, yaitu kanker hati primer yang dimulai dari hati dan bukan terkena dampak penyebaran kanker dari orang lain. 


Sejak menderita kanker hati, Pak Abbas tidak dapat sanggup mengerjakan apa-apa. Hal ini membuatnya hanya bisa berbaring dan menunggu belas kasihan dari orang lain. Setelah berjuang melawan kanker hati selama 5 tahun, Pak Abbas menghembuskan nafas terakhirnya. 


4.    Kanker Tiroid


Tiroid adalah sebuah kelenjar yang mengontrol metabolisme dengan melepaskan hormon yang mengarahkan berbagai fungsi tubuh. Kelenjar ini berbentuk seperti kupu-kupu kecil dan biasanya ditemukan di bagian depan leher. Tiroid mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur pertumbuhan, suhu tubuh, tekanan darah, berat badan, dan lain-lainnya. 


Kanker tiroid dapat berkembang saat sel-sel kelenjar tiroid bermutasi atau berubah hingga tidak terkendali. Lama kelamaan sel-sel ini akan membentuk tumor. Menurut American Cancer Society, kanker tiroid dihubungkan dengan kondisi bawaan, akan tetapi penyebab pasti sebagian besar kanker tiroid hingga sekarang belum diketahui.


Salah satu pejuang kanker tiroid yang Insan Bumi Mandiri temui adalah Bu Jamilah. Warga Kelurahan Marga Rahayu, Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sejak mengalami sakit, Bu Jamilah tidak dapat melanjutkan aktivitasnya secara normal. Warung yang ia punya terpaksa ditutup karena Bu Jamilah tak kuat menahan penyakitnya. Hal ini diperparah karena setiap waktu benjolan yang dideritanya semakin besar.


Kondisi ekonomi yang serba kekurangan membuatnya tidak bisa melakukan operasi. Setelah beberapa bulan kanker tersebut tumbuh kembali sampai menyerang otak dan leher. Mari bantu Bu Jamilah agar sembuh dari penyakitnya. Kamu bisa mengakses informasi dan membantu Bu Jamilah melalui link website Insan Bumi Mandiri.

Betapa sedihnya melihat kasus-kasus kanker yang dialami saudara kita di pedalaman Indonesia ini. Keterbatasan ekonomi dan sulitnya akses kesehatan membuat saudara-saudara kita di pedalaman sana harus berjuang keras dalam melawan kankernya. 


Sesuai dengan tema Hari Kanker Sedunia tahun ini, mari kita bantu mereka agar dapat meringankan penderitaan yang mereka alami. Kanker di pedalaman harus kita lawan bersama-sama!