ARYA: Potret Pedalaman NTT, Kisah Perjuangan Hidup Diantara Indahnya Lukisan Alam

Halooo Sahabat Pedalaman!

Salam kenal Sahabat, aku Arya, lengkapnya Raden Arya Ahmad Maulana. Saat ini aku masih tercatat sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah Perguruan Tinggi ternama di Kota Bandung. Aku memiliki hobi dan ketertarikan di bidang fotografi, hal itu lah yang membuatku dan teman-teman kampusku yang memiliki hobi serupa membentuk sebuah komunitas bernama ‘Youngpreneur’. Bersama komunitasku itu, aku mulai mengembangkan passion-ku. Beberapa kali kami mengikuti kompetisi fotografi dan video kreatif, bahkan terkadang kami memenangkan kompetisi tersebut.

Berawal dari keikutsertaan di berbagai macam kompetisi video kreatif itulah, saya dipertemukan dengan Insan IBM yang sangat inspiratif. Insan IBM itulah yang kemudian mengenalkanku dengan kehidupan saudara-saudara kita di pedalaman sana, hingga akhirnya aku memutuskan untuk bergabung menjadi Insan IBM sejak Januari 2018 sebagai video creator. Tentunya, sebagai video creator aku bertekad untuk mengenalkan Sahabat Pedalaman sekalian dengan kehidupan saudara kita di pedalaman yang penuh dengan perjuangan melalui potret lensa kameraku, dan berharap karya-karya foto dan video yang aku ciptakan dapat membantu saudara kita di pedalaman untuk dapat merasakan hidup yang lebih baik.

Selain potret perjuangan saudara kita di pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bertahan hidup yang sangat luar biasa, NTT juga menyimpan keindahan alam yang sangat indah dan membuatku kagum. Potret keindahan alam disana yang identik dengan wisata baharinya sangat dinikmati para wisatawan lokal maupun asing. Namun, belum banyak yang mengetahui potret haru Nusa Tenggara Timur di balik kemolekan destinasi wisatanya. Oleh sebab itu, aku ingin membuka sisi lain dari potret Nusa Tenggara Timur bersama senjataku (re: kamera) ke seluruh penjuru negeri. 

Langkah kaki menuju pedalaman Nusa Tenggara Timur dimulai dari pijakan pertamaku di Bandara El Tari, Kupang. Mataku tak terputus melihat keindahan pantai di sepanjang perjalanan menuju pedalaman. Ya, masih jauh memang perjalanan ku dari Bandara El Tari menuju pedalaman yang aku tuju. Destinasi pertama ku adalah Pulau Alor yang jaraknya sangat jauh dari Kupang, tak banyak wisatawan yang melanjutkan perjalanannya ke Pulau Alor, apalagi pulau lainnya seperti Pulau Pura, Pulau Lembata dan Pulau Pantar. Diantara pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur yang pernah aku singgahi, terdapat pulau yang paling indah, yaitu Pulau Pantar.


Pulau Pantar memiliki banyak pantai di dalamnya, mulai dari pantai dengan panorama yang eksotis hingga unik yang tidak akan dapat ditemui di Pulau Jawa. Sayang sekali tidak banyak wisatawan datang ke pulau ini. Padahal warga Pulau Pantar sangat ramah-ramah, walaupun belum pernah bertemu sebelumnya dengan para wisatawan, sudah menjadi budaya yang baik, dimana para warga Pulau Pantar selalu menyapa terlebih dahulu siapa pun tamu mereka dan menyuguhi orang-orang yang berkunjung kesana, suatu hal yang patut kita jadikan teladan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Banyak sekali panorama pantai yang menawan di pedalaman NTT, tetapi untuk mengunjunginya medan yang ditempuh cukup sulit, hal itulah yang membuat setiap destinasi wisata disana sepi wisatawan. Untuk mendapatkan panorama yang luar biasa bak surga yang tersembunyi kita harus menelusuri jalan berbatu dan jika hujan akan berlumpur hanya dengan mengendarai motor bebek biasa, tidak seperti pada umumnya yang dapat menggunakan motor atau mobil trail.

Aku sangat berharap, dengan bidikan lensa yang aku hasilkan, akan banyak wisatawan yang mengunjungi pedalaman untuk menikmati panorama nan elok atau pun menyalurkan bantuan langsung untuk masyarakat di sana yang sangat ramah. Jika ragu karena takut tersesat, jangan khawatir! karena Insan IBM yang berada di pedalaman akan siap sedia menemani sahabat berkeliling :) 

Teruntuk sahabat yang hobi fotografi sepertiku, yuk kita abadikan setiap momen indah yang kaya makna dan tentunya berbeda dari tahun sebelumnya untuk menginspirasi setiap orang disekeliling kita.

[[campaign_title]]

[[invitation_message]]
Bantu Sekarang