Mengenal Facial Cleft, Penyakit Kelainan Wajah yang Langka

Rabu, 19 Februari 2020

Sahabat pernah merasa tidak bersyukur dengan kondisi fisik yang sahabat miliki? Mungkin merasa kurang tampan atau kurang cantik dibandingkan dengan orang lain. Kekurangan fisik memang terkadang membuat kita jadi tidak percaya diri, apalagi saat ini kita bisa cepat sekali menilai seseorang hanya dengan melihat fisiknya saja. 

Banyaknya kasus bullying yang terjadi juga salah satunya disebabkan oleh kondisi fisik. Ketika seseorang mempunyai penampilan fisik yang dianggap berbeda dari teman-teman di lingkungannya, para pelaku bully akan menjadikannya bahan untuk mengintimidasi orang tersebut. 

Namun, apakah sahabat sudah tahu? Ada satu penyakit langka yang membuat wajah seseorang menjadi abnormal atau tidak biasa dari biasanya. Terdapat beberapa celah yang membuat wajah tidak bisa menyatu seperti wajah normal pada umumnya. Menurut medis, kondisi itu dikenal dengan istilah facial cleft.

 

Baca Juga : Refleksi 4 Tahun Insan Bumi Mandiri

Apa itu Facial Cleft?

Facial Cleft diartikan dengan kelainan dalam malformasi atau ketidaksesuaian kongenital bentuk yang ada pada tengkorak serta wajah yang mencakup celah serta dapat berkembang ke dalam berbagai bentuk. Kelainan ini  terbagi menjadi beberapa tingkat keparahan dan dapat berada di berbagai lokasi seperti mulut, hidung hingga jaringan lunak serta tulang pada mata, dagu, telinga, kening, serta bisa sampai ke batas rambut.  


Penyebab Facial Cleft

Kelainan pada wajah ini disebabkan oleh genetik dan juga lingkungan. Sekitar 33-36 % kasus yang ditemukan berhubungan dengan faktor genetik. Sedangkan faktor lingkungan yang menjadi sebab facial cleft berupa teratogen (steroid, anticonvulsant, alkohol, dan merokok) dan infeksi virus (contohnya rubella) yang ditemukan pada trimester pertama. Risiko juga dapat meningkat pada orangtua yang sudah tua, terutama saat usia sudah menginjak lebih dari 30 tahun, di mana usia ayah lebih berperan signifikan dibandingkan dengan umur ibu.


Orang yang berkulit putih memiliki risiko yang lebih tinggi dalam terkena facial cleft. Frekuensi kejadiannya sekitar 0,6 hingga 2,3 pada setiap 1000 kelahiran. Jika menilik pada jenis kelamin, laki-laki lebih sering terkena facial cleft dibandingkan perempuan.

 

Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan dari Virus


Pencegahan

Karena facial cleft masih belum jelas. Susah mengatakan penyebab utama kenapa facial cleft dapat terjadi pada anak-anak. Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi.  Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh U.S. National Institute of Health, ada tips-tips agar mengurangi resiko terjadinya penyakit ini pada bayi, yaitu dengan mengkonsumsi asam folat pada masa kehamilannya. Asam folat memiliki peran penting di dalam perbaikan, pembentukan, dan fungsi DNA yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan janin dan juga plasenta saat masa kehamilan.

Beberapa makanan yang tersedia di sekitar sahabat kaya akan kandungan asam folat, sebut saja bayam, brokoli, selada (sayur-sayuran), kacang polong, roti, pisang, lemon, roti, sereal, dan jus.

Bagaimana sahabat? Penjelasan di atas membuat kita semakin bersyukur bukan dengan kondisi fisik yang kita miliki sekarang? 

Allah menciptakan makhluknya dengan kelebihannya masing-masing. Walaupun mereka memiliki kekurangan fisik, tapi bukan berarti mereka tidak boleh bermimpi dan bercita-cita sebagaimana orang normal pada umumnya. Mari doakan teman-teman kita agar senantiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT di manapun mereka berada.

 

Baca Juga : Bantu Puteri Operasi Wajah