Refleksi 4 Tahun Insan Bumi Mandiri : Menapaki Jejak Kebaikan di Pedalaman

Senin, 03 Februari 2020

Tak terasa, 4 tahun sudah Insan Bumi Mandiri menemani Sahabat Pedalaman untuk berbagi kebaikan di seluruh pelosok Indonesia. Banyak hal indah dan kenangan yang tidak terlupakan terjadi selama ini. Berkat kebaikan dari Sahabat, saudara-saudara kita yang membutuhkan di sana dapat mendapatkan pertolongan dan mendapatkan haknya dengan baik. 


Insan Bumi Mandiri berkomitmen untuk selalu menjadi ujung tombak dalam membangun pedalaman, baik dalam aspek kesehatan, infrastruktur, pendidikan, maupun aspek-aspek yang dibutuhkan masyarakat lainnya. Selain itu, kami juga berusaha meningkatkan kualitas setiap waktu agar kebaikan-kebaikan dari Sahabat dapat terus menjejak di atas bumi pertiwi dan bermanfaat untuk semua.

Apa saja jejak-jejak kebaikan dari Sahabat yang sudah terukir indah di sana? Berikut ulasannya khusus untuk Sahabat!

1.495 Hewan Qurban untuk Pedalaman


Sahabat masih ingat? Tahun lalu sebanyak 1.495 qurban dari Sahabat berhasil tersalurkan ke berbagai daerah di pedalaman. Tepatnya di 3 provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Selatan.


Perjalanan hewan-hewan qurban tersebut untuk mencapai tujuan tidak mudah loh. Sahabat pasti tahu jika kondisi pedalaman sangat terkenal dengan susahnya akses transportasi. Hewan-hewan qurban itu harus menyeberangi laut dan melewati jalan-jalan terjal agar bisa sampai ke tujuan. 

Betapa bahagianya mereka begitu mendapat daging qurban dari Sahabat. Mereka yang sebelumnya tidak pernah merasakan lezatnya daging qurban kini dapat menikmatinya. Tidak hanya itu, para peternak lokal juga merasakan manfaat qurban dari Sahabat. Hewan ternak mereka banyak yang terjual dan dibeli dengan harga yang layak.


Begini Bahagianya Warga Pedalaman Mendapatkan Daging Qurban   
 

Senyum di Wajah Aidil & Putri


Sejak lahir, Aidil mengalami facial cleft atau wajah yang kurang sempurna. Sahabat kecil kita ini berasal dari Desa Napal Licin, Kecamatan Ulu Rawas, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Keadaan ini membuat banyak indera di wajahnya tidak berfungsi, salah satunya adalah mata yang tidak bisa melihat. Berkat bantuan dari sahabat, terkumpul donasi sejumlah Rp700 juta untuk biaya pengobatan Aidil. Sahabat kecil kita itu pun berhasil dioperasi dan kini dapat tersenyum kembali.


Selain Aidil, sahabat kecil kita lainnya yang bernama Putri juga mengalami kasus yang sama. Putri yang tinggal jauh di pedalaman Cengal, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan sudah dari lahir mengidap facial cleft. Ayahnya yang hanya berprofesi sebagai petani menjadikan Putri harus mengubur impiannya untuk melakukan operasi di wajahnya. 

Namun, berkat kebaikan dari Sahabat kini Putri bisa melakukan pemeriksaan awal dan CT Scan. Kabarnya, bulan Februari nanti Putri akan melakukan operasi. Kita doakan bersama-sama ya Sahabat.

Ada Salam Semangat dari Aidil untukmu!

Ramadin Tidur Bersama Kambing

Yap! Sahabat tidak salah membaca judul di atas. Ramadin yang sedari kecil sudah ditinggal oleh ayah dan ibunya harus tinggal di rumah yang hanya berdinding dari kayu. Bahkan, Ramadin harus tidur di samping kambing-kambing karena kecilnya rumahnya. Ramadin tinggal di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Sekarang Ramadin tinggal bersama kakek dan neneknya di sana.


Berkat bantuan dari Sahabat, kini rumah Ramadin sudah direnovasi. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni itu kini sedikit demi sedikit berubah. Fondasi dan atapnya sudah dibangun, pemasangan keramik dan dinding juga sedang dilakukan. Ramadin juga diberikan bantuan berupa pemberian sembako dan pakaian baru agar membantu meringankan kebutuhan sehari-harinya. 


RAMADIN, YATIM MENGGEMBALA KAMBING UNTUK SEKOLAH 

 

Bangun Satu-satunya Masjid Desa di Pelosok Sumatera Selatan


Masjid yang berada di Dusun VI, Desa Jambu Rejo, Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) ini merupakan satu-satunya tempat ibadah bagi umat muslim di sana. Nahas, malam 29 April 2018 si jago merah melahap semua bangunan masjid, hingga tersisa puing-puing arang kerangka masjid.


“Semua orang panik, semua orang berusaha memadamkan api. Tapi api terlalu besar. Atap masjid habis tinggal arang, hanya dinding yang tersisa,” ujar Pak Hayat sang takmir masjid.


Alhamdulillah, atas kebaikan masif dari Anda, masjid ini pun bisa dibangun kembali dan kini berdiri dengan megahnya. Kerinduan warga Dusun VI, Desa Jambu Rejo, Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) untuk bisa sholat berjamaah di Masjid Mujahidin akhirnya terjawab.


Ayo, Bangun XX Masjid Pertama di Pedalaman Indonesia 

Terima kasih Sahabat sudah setia bersama kami selama 4 tahun ini. Semoga kita bisa tumbuh bersama untuk menebarkan kebaikan ke setiap titik pelosok negeri ini.