Serba-Serbi Kurban di Pedalaman Indonesia Timur

Jumat, 12 Juni 2020

Idul Adha yang jatuh pada setiap tanggal 10 Bulan Dzulhijjah memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan hari raya lainnya. Salah satu ciri khas dari Idul Adha adalah kewajiban menyembelih hewan kurban setelah melaksanakan sholat Id. Sebagian masyarakat beranggapan jika kurban hanya cukup dimaknai sebagai ritual ibadah. Padahal, lebih daripada itu, kurban dapat dimaknai secara luas. Pelaksanaan massif yang dilakukan di seluruh penjuru nusantara membuat momen Kurban di Pedalaman Indonesia Timur ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara mengatasi masalah-masalah sosial atau bahkan membantu mengentaskan kemiskinan.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pelaksanaan Kurban di Pedalaman Indonesia Timur menjadi berkah tersendiri bagi masyarakatnya. Sebagai dua daerah yang jauh dari ibukota dan penuh keterbatasan, masyarakat di dua provinsi itu menjadikan kurban 2020 ini sebagai momentum untuk menikmati daging sapi dan kambing yang sepanjang tahun tidak pernah mereka rasakan. Nah, apalagi hal-hal unik dan menarik yang dialami saudara-saudara kita di sana? Mari kita simak ulasannya.

Banyak Hewan Kurban, tapi Sedikit yang Bisa Dinikmati

Peternakan menjadi salah satu komoditas utama di NTB dan NTT. Terdapat lebih dari 1,1 juta populasi sapi, kerbau, dan kambing yang ada di NTB. Sedangkan di NTT, jumlahnya lebih dari 1,5 juta. Luasnya padang rumput dan sabana membuat kedua provinsi tersebut menjadi daerah potensial untuk mengembangkan ternak. Apabila berkunjung ke sana, Sahabat bahkan bisa menemukan sapi-sapi yang sedang berjalan di jalan raya karena hewan ternak di sana memang dibiarkan berkeliaran saking banyaknya.

Sayangnya, daya beli masyarakat saat kurban masih rendah. Di tahun 2019 lalu, sebanyak 11 ribu ekor sapi dari NTT dikirim ke Jakarta dan Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan daging Idul Adha di sana. Padahal, masyarakat di NTT sangat membutuhkan daging tersebut. Namun, kondisi ekonomi yang rendah membuat mereka tidak mampu membelinya. Dengan adanya Kurban di Pedalaman Indonesia Timur ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya jual para peternak lokal di sana

Harga Murah tapi Tidak Murahan

Jika dibandingkan dengan daerah lain, khususnya di Pulau Jawa, harga daging di NTT jauh lebih stabil dan lebih terjangkau. Apabila harga daing sapi di Pulau Jawa di kisaran harga Rp110.000 hingga Rp120.000 per satu kilogram, harga di NTT stabil di angka Rp90.000 per kilogramnya.

Meski murah hewan ternak di daerah pedalaman timur Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain. Contohnya sapi bali dan sapi ongole yang hanya ada di daratan Sumba (NTT) atau Sapi Sumbawa yang merupakan sapi lokal Indonesia yang hanya dapat ditemukan di daratan NTB saja. Cek harga Kurban di Pedalaman Indonesia Timur di sini.

Kurban Penuh Toleransi

Umat muslim di NTT memenuhi 10% dari jumlah total penduduk NTT yang mencapai 5,4 juta jiwa. Maka dari itu masyarakat muslim di sana termasuk minoritas jika dibandingkan pemeluk agama lain seperti Kristen dan Katolik. Datangnya kurban 2020 yang dirayakan oleh umat Islam ternyata tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh sebagian penduduk muslim saja, akan tetapi juga dirasakan oleh masyarakat nonmuslim. Mereka ikut mendapatkan daging kurban dan bahkan juga membantu proses pengulitan dan distribusi hewan kurban.

Demikian adalah hal-hal unik dan menarik di Kurban Pedalaman Indonesia Timur. Bagi Anda yang tertarik untuk melayarkan kurban ke pedalaman, silakan klik di sini.