Sudahkah Bersyukur untuk Hari Ini?

Rabu, 17 Maret 2021

Bayangkan hari ini Anda bangun pagi. Kemudian mendapati diri tidak bisa melihat lagi. Atau tiba-tiba kita jadi tidak bisa mendengar suara orang tua yang memanggil kita. Pasti sangat sedih bukan? Tenang Sahabat, cerita tersebut hanyalah sebuah ilustrasi untuk menggambarkan betapa berharganya nikmat melihat dan juga mendengar bagi kita.

Mendengar kata ‘syukur’, kebanyakan orang membayangkan nominal besar atau terkabulnya impian yang lama dikejar. Lebih sederhana dari itu, padahal syukur bisa hadir dari hal-hal kecil. Seperti nikmat bernafas, nikmat melihat, dan nikmat mendengar.

 

Berjuang vs Menerima

Setiap orang tentu menginginkan hidup yang lebih baik. Hal tersebut membuat setiap orang akan terus berjuang dalam hidup. Mulai dari bekerja, belajar, hingga mencoba segala sesuatu yang baru. Bahkan tidak jarang dari kita yang berdarah-darah untuk mengejar sesuatu sampai lupa waktu. Terkadang juga ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau bahkan sangat berbanding terbalik dengan ekspektasi yang kita bayangkan.

Kondisi tersebut terkadang membuat banyak orang jadi menyalahkan diri sendiri, merasa gagal dan bahkan kadang hingga membandingkan diri dengan orang di sekitar kita.

Jika demikian, apa yang perlu dilakukan?

Setidaknya ada dua cara pandang dalam hidup. Pertama yaitu cara pandang untuk berjuang dan kedua adalah cara pandang untuk menerima. 
Yap. Setelah berusaha sekuat tenaga, kadang kala menerima kenyataan yang tak sejalan itu sulit rasanya. Mungkin, ada takdir lain yang akan datang, sehingga kita harus menerima suatu keaadaan. Walaupun itu tidak menyenangkan.


Kata lain dari menerima adalah bersyukur. Dan bersyukur pun bisa kita mulai dari hal-hal yang kecil seperti berikut ini:

1. Bersyukur Karena Masih Bisa Bangun di Pagi Hari

Kadang-kadang kita melupakan salah satu nikmat yang satu ini. Salah satunya bangun pagi dengan kondisi badan yang utuh dan sehat. Hal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, jika salah satu nikmat dari fungsi tubuh atau indera kita dicabut, pasti rasanya menyeramkan ya?

Kesannya memang agak berlebihan yah, tapi hal tersebut bukannya tidak mungkin kan? Karena kita tak akan pernah tahu kejadian atau musibah apa yang bisa menimpa seseorang misalnya seperti terjadi bencana alam gempa bumi atau bahkan banjir saat kita sedang tidur nyenyak-nyenyaknya..

Seperti cerita Diki yang pada saat berumur tujuh tahun ia terbakar dan hingga kini masih berjuang melawan sakitnya. Cerita lengkap Diki bisa Sahabat baca di sini.

2. Bersyukur atas apa yang sudah dimiliki

Rumput tetangga memang lebih hijau. Begitu kata pepatah. Tapi, jika kita melihat lebih dekat pada apa yang kita punya, pasti ada hal yang layak kita syukuri. Karena di luar sana, banyak orang yang menginginkan hidup seperti yang kita miliki saat ini. 

3. Bersyukur Masih Diberi Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita. Dengan nikmat ini kita dapat melakukan berbagai aktivitas dengan nyaman mulai dari bangun tidur sampai kita tidur kembali. 

Bahkan, pada saat kita tidur pun kita masih bisa merasakan nikmat tersebut. Seperti halnya seorang ayah yang dapat bekerja untuk menafkahi keluarganya karena mempunyai badan yang kuat serta seorang ibu yang dapat memasak untuk keluarganya karena sedang sehat.

Selain itu seorang anak bisa menjadi sangat rajin belajar karena tidak mengalami demam. Maka sudah saatnya kita bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT atas karunia yang telah diberikan.

Bagaimana Bersyukur dengan Cara Berbagi?

Ada begitu banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan. Mulai dari menyatakan afirmasi positif di pagi hari, bersyukur atas apa yang dimiliki serta tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Mungkin Sahabat bisa mencoba menuliskannya setiap malam kira-kira apa saja sih hal yang bisa disyukuri oleh kita di hari ini melalui sebuah jurnal kecil.

Selain itu, kita juga bisa meningkatkan rasa syukur kita dengan cara berbagi pada sesama misalnya dengan kita berkunjung ke tempat saudara kita yang sedang tertimpa musibah, menyantuni anak yatim, serta menolong mereka yang sedang membutuhkan bantuan.


Dengan berbagi, semakin banyak kebahagian yang kita taburkan untuk mereka yang membutuhkan. Selain menjadi bentuk syukur, kita juga bisa melihat betapa orang lain juga banyak yang sedang berjuang.

Semoga pada setiap rasa syukur yang ditunaikan dengan kebaikan, dibalas dengan pahala beribu kali lipat. Aamiiin