Tidak Difilmkan MARVEL atau DC, Berikut Kisah 5 Pahlawan dari Pedalaman NTT

Rabu, 08 Januari 2020

Siapa sih yang tidak kenal tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari jagat MARVEL dan DC? Ada Superman, Spiderman, Captain America, Thor, Black Panther, Iron Man dan banyak lagi yang lainnya. Berbekal kekuatan super yang dimiliki, mereka menjadi sosok yang selalu membantu manusia saat berada dalam kesusahan.

Namun, ada nih Sahabat, sosok superhero yang sama sekali tidak kita kenali. Mereka adalah figur-figur hebat yang berasal dari wilayah pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka memang tidak memiliki kekuatan super, tapi bisa menyelamatkan banyak orang dan membawa perubahan pada arah yang lebih baik.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas lima orang hebat yang pernah ditemui oleh IBM.

Siapa saja sih mereka? Berikut sosok superhero dari pedalaman yang sudah bergabung di jagat Insan Bumi Mandiri.

  1. Anto, Melawan Arus Sungai dan Hampir Menjadi Santapan Hewan Buas

Anto merupakan salah satu Guru Garis Depan (GGD) yang mengabdikan dirinya di daerah pedalaman NTT, tepatnya di Kabupaten Timur Tengah Selatan. Untuk sampai ke lokasi mengajar, Anto mesti melewati sungai terlebih dahulu.

Anto memiliki seorang istri bernama Rifa yang juga berprofesi sebagai guru. Sebelum berangkat ke tempat ia mengajar, Anto mengantar Rifa terlebih dahulu karena mereka menjadi guru di sekolah yang berbeda.

Suatu hari saat Anto berangkat ke sekolah, hal yang tidak diduga terjadi. Ketika melewati sungai, Anto terbawa oleh arus sungai yang deras. Tidak seperti biasanya, hari itu arus sungai sangat besar dan menghanyutkan Anto hampir ke muara sungai yang terdapat banyak buaya.

Beruntung sebelum sampai di muara sungai, Anto terhenti karena terjepit di antara dua batu besar. Berkat hal tersebut Anto berhasil menyelamatkan diri dan menarik motornya untuk keluar dari arus sungai.

Hebatnya, kejadian tersebut tidak membuat Anto batal mengajar di hari itu. Setelah berhasil keluar dari bahaya, ia tetap pergi ke sekolah untuk mengajar murid-muridnya yang sudah menunggu.

  1. Ahmad Haris, Semangat Mengajar Sampai ke Pulau Buaya

Di pedalaman sana ada sebuah daerah dengan nama Pulau Buaya, merupakan salah satu desa yang ada di Kec. Alor Barat Laut, Kab. Alor, NTT. Tempat ini sangat terpencil, bahkan belum memiliki akses listrik dan air bersih. Namun, siapa sangka, di daerah ini terdapat sebuah sekolah dengan kisah perjuangan seorang guru yang luar biasa.

Suatu hari kami pernah berkunjung ke Pulau Buaya, saat akan pulang, kami bertemu dengan seorang pria paruh baya. Ia meminta izin untuk ikut menumpang bersama di perahu kami. Di tengah perjalanan, ia meminta untuk diturunkan di dekat pantai. Sayangnya, arus yang cukup deras dan banyaknya karang membuat perahu kami tidak bisa menepi. Kami kaget karena ia nekat turun di tengah laut dan berenang untuk sampai ketepian.

Beberapa hari setelah itu, kami baru mengetahui jika orang tersebut bernama Pak Ahmad Haris, seorang guru yang mengajar di Madarasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Ternate, Pulau Buaya. Keterbatasan alat transportasi membuatnya harus berenang sepulang dari sekolah ke rumah. Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa dari seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

Baca Juga : Perahu Untuk Guru

  1. Alya, Jenius dari Pedalaman

Memang usianya baru 11 tahun, akan tetapi semangat dan kegigihannya patut diacungi jempol. Namanya Alya, baginya sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat mencari nafkah. Di sekolah ia berjualan es dan keripik untuk membantu mengurangi beban kedua orang tuanya.

Alya adalah seorang anak yang cerdas, dari mulai masuk sekolah hingga sekarang ia duduk dibangku kelas 5 SD, belum ada yang mampu menggeser posisinya sebagai juara kelas. Sebuah prestasi yang tentunya sangat luar biasa dan membanggakan.

Selain itu, ia juga berprestasi dalam bidang musabaqah tilawatil quran (MTQ). Saat dewasa nanti, Alya bercita-cita untuk menjadi seorang perawat. Namun, saat ini ia harus berusaha keras terlebih dahulu agar memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP.

Baca Juga : Tak Ada Dana, Alya Terancam Tak Bisa Lanjut SMP

  1. Siti si Anak Kemiri

Menjadi seorang yatim piatu di usia yang masih sangat muda bukanlah hal mudah untuk Siti. Saat ayah dan ibu meninggalkannya, ia harus diasuh oleh kakek dan neneknya. Namun, lagi-lagi ia mesti menerima kenyataan pahit, kakek dan nenek yang mengasuhnya juga meninggal dunia saat ia baru duduk dibangku kelas 5 SD.

Saat itu Siti kecil diasuh oleh pamannya yang tinggal di kaki gunung Dusun Tinahing, Desa Lawahing, NTT. Namun, sang Paman harus meninggalkannya sendirian karena ia pergi bekerja di kota, saat itu siti masih duduk di bangku SMP. Mulai saat itu Siti berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolahnya.

Setiap hari sepulang sekolah, ia berjalan ke hutan sejauh 2 km untuk mencari kemiri. Kemiri yang ia kumpulkan dijual kepada pengepul untuk mendapatkan uang sebagai gantinya. Uang inilah yang ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan sekolahnya.

Kondisi yang dialami tidak membuat Siti lemah dan menyerah. Justru ia semakin kuat dan bertekad untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi agar bisa menjadi seorang guru yang bisa memberikan ilmu kepada orang banyak. Semoga Siti bisa mewujudkan mimpinya ya, Sahabat.

Baca Juga : Yatim Piatu, Siti Jual Kemiri Demi Lanjut Sekolah

  1. Musa, Pahlawan Bertongkat

Penyakit polio yang menyerangnya membuat Musa harus berjalan dengan satu kaki sejak usia 6 tahun yang dibantu dengan dua tongkat penyangga. Ia tinggal di Kalabahi, Alor, NTT. Kekurangan yang ia miliki tidak membuatnya kehilangan semangat untuk membantu orang lain. Saat ini di usia senja nya ia memilih menjadi seorang guru ngaji untuk anak-anak di desanya secara sukarela.

“Tidak ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk menolong orang lain. Mungkin dengan cara mengajarkan mereka mengaji, bisa menjadi bekal untuk akhirat nanti,” kata Musa dengan penuh semangat.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, beliau berjualan bensin dengan pendapatan yang tidak seberapa. Namun, beliau tetap bersyukur dan berusaha untuk menjadi tulang punggung keluarga yang mampu menafkahi anak dan istrinya.

Baca Juga : Bantu Kios Ustadz Musa, Guru Ngaji yang Tak Digaji

Nah, itu dia Sahabat, beberapa kisah yang berasal dari pedalaman. Keterbatasan yang mereka miliki tidak menjadikan mereka pasrah tanpa melakukan apa-apa. Justru hal  itulah yang menjadi kekuatan dan motivasi mereka untuk mengubah kondisi sekitar mereka agar menjadi lebih baik sehingga mereka layak disebut sebagai pahlawan.

Selain lima orang di atas, masih banyak lagi sosok superhero yang berasal dari pedalaman. Semoga para pahlawan super ini selalu diberikan kekuatan dan kesehatan ya, agar mereka bisa terus membantu orang di sekitarnya.

Semoga menjadi motivasi bagi kita semua agar mau menjadi superhero juga untuk orang-orang di sekitar kita, baik dengan kekurangan ataupun kelebihan yang kita miliki.