BANTU GIFARI, YATIM YANG 6 TAHUN TANPA ANUS

Author : IBM Admin

IBM Admin
Kota Bandung

terkumpul dari target : Rp50.000.000

0% terkumpul 16 hari lagi

Gifari hanya tinggal berdua dengan ibunya. Selama 6 tahun, ia hidup dengan tidak memiliki anus. September ini Gifari rencananya akan menjalani operasi di Bali.

Al Gifari Malaisoma adalah seorang anak yatim. Ayahnya meninggal saat ia berusia 1 tahun. Kini ia hanya tinggal berdua dengan ibunya, Nurhayati Wollang. Ibunya bekerja sebagai penenun kain ikat khas NTT. Di usia 6 tahun, anak-anak seumurannya sedang aktif bermain dan melakukan banyak hal. Namun, sayangnya Gifari tidak bisa seperti teman-temannya. Sudah 6 tahun ini Gifari hidup tanpa memiliki anus, sehingga kotoran dibuang melalui usus yang disalurkan ke luar perut.


Gifari sudah menjalani 5 kali operasi, di mana operasi tahap 1-4 dilakukan di RSU Kalabahi NTT, sedangkan operasi tahap 5 dilakukan di RS Sangla Denpasar, Bali.

Tahapan-tahapan operasi yang telah dijalani oleh Gifari yakni operasi pembuatan saluran kotoran di bagian samping kiri perut. Kemudian, operasi pembuatan dubur asli. Setelah itu, operasi penutupan saluran kotoran buatan. Lalu, operasi bagian usus yang tersumbat kotoran. Dan yang terakhir, operasi penutupan lubang utama dan pembuatan lubang samping karena penyumbatan sehingga perutnya membesar.


InsyaAllah September ini Gifari akan menjalani tahap ke-6 operasi yakni penyambungan usus dari saluran buatan ke dubur utama. Gifari sangat membutuhkan bantuan untuk biaya operasinya.

Mari kita bantu Gifari untuk kesembuhannya..




Perkembangan BANTU GIFARI, YATIM YANG 6 TAHUN TANPA ANUS

  • 2017-10-06


    Update 1 - GIFARI AKAN MENJALANI OPERASI PEMBUATAN ANUS


    Rencananya pada bulan November mendatang, Gifari kembali dijadwalkan untuk menjalani operasi tahap ke-6 untuk penyambungan usus dari saluran buatan ke dubur utama. Tahap sebelumnya yang telah dijalani Gifari yakni operasi penutupan saluran kotoran buatan, dan operasi bagian usus yang tersumbat kotoran.

    Berbagai tahapan operasi tersebut membuat Gifari mengalami penurunan berat badan. Meskipun dengan keterbatasan ruang gerak yang ia miliki, Gifari tetap bersemangat untuk sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

    Seharusnya, pada September silam, Gifari direncanakan akan melakukan operasi tahap 6. Namun, karena masih terkendala biaya, jadwal operasi pembuatan anus Gifari pun diundur menjadi November

    Mari kita bantu Gifari agar segera pulih dan bisa bermain seperti anak lainnya..

    Jazaakumullah khairan katsiran kepada para donatur yang telah mendoakan dan membantu kesembuhan Gifari..

    Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan berkah untuk para donatur, baik di dunia maupun di akhirat.. Aamiin
  • 2017-11-29


    Update 2 - ?GIFARI JALANI OPERASI PADA DESEMBER 2017


    Gifari masih menjalani kegiatan sehari-harinya meski sebenarnya tidak dalam kondisi yang baik. Hasil periksa rutin terakhir Gifari bersama ibunya ke rumah sakit di Kalabahi, Alor, menunjukkan adanya pembengkakan di usus besar yang menyebabkan ketidaklancaran pada proses pembuangan air besar. Oleh karenanya diperlukan operasi lanjutan ke RSUD Sanglah di Kota Denpasar, Bali.

    Operasi usus besar Gifari yang rencananya akan dilaksanakan bulan November diundur ke bulan Desember karena kendala biaya. Operasi dilakukan pada pertengahan Desember karena menunggu Gifari menyelesaikan ujian sekolahnya. Agenda operasi di RSUD Sanglah adalah kontrol rutin kondisi usus besar Gifari. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda pembengkakan maka akan dilanjutkan ke tahap penyambungan usus besar ke anus.

    Saat ini Gifari masih memerlukan bantuan dari donatur, baik untuk biaya operasi maupun biaya hidup selama di Bali.

    Yuk kita bantu Gifari untuk membiayai proses operasinya dan kita bersama doakan semoga proses operasinya lancar sehingga Gifari bisa kembali normal seperti anak yang lain.
  • 2017-12-22


    Update 3 - GIFARI BERANGKAT KE DENPASAR UNTUK OPERASI


    Setelah sekian lama tertunda, akhirnya Gifari bersama ibunya berangkat ke Denpasar, Bali, untuk menjalani pemeriksanaan sekaligus operasi penyambungan usus.

    Gifari kini bersiap melakukan pemeriksaan lanjutan tentang kondisi usus besar yang saat ini menjadi sakit yang dideritanya. Pemeriksaan lanjutan dilakukan setelah Gifari mendapatkan berkas rujukan lengkap dari Rumah Sakit di Kalabahi, Alor. Rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani pemeriksaan dan operasi Gifari adalah RSUD Sanglah yang berada di Kota Denpasar, Bali.Jika hasil pemeriksaan menyatakan bahwa kondisi usus besar Gifari dalam kondisi baik, maka akan dilakukan operasi penyambungan usus besar ke anus.

    Gifari ditemani ibunya, berangkat menggunakan kapal menuju Bali. Rencananya selama masa tunggu jadwal operasi, Gifari dan ibunya menginap di rumah salah satu keluarga di Denpasar.

    Mari kita doakan semoga pemeriksaaan Gifari berjalan lancar dan kondisi Gifari selalu dalam keadaan baik, sehingga bisa dilanjutkan ke operasi tahap berikutnya.

    Jazakumullah khoiron katsiron atas doa dan dukungan para donatur. Semoga apa yang telah donatur berikan bisa memberikan keberkahan baik bagi Gifari dan keluarga maupun keluarga para donatur sendiri. Terima kasih.
  • 2018-02-01


    GIFARI TELAH JALANI OPERASI PENYAMBUNGAN USUS


    Setelah menunggu sekian lama karena antrian pasien, alhamdulillah Gifari berhasil mendapatkan jadwal operasi penyambungan usus besarnya di RSUD Sanglah, Denpasar, Bali. Sebelum menjalani operasi, Gifari mengikuti tahap pemeriksanaan oleh petugas medis untuk memastikan kondisi fisik siap untuk dilakukan operasi penyambungan. Hasilnya, kondisi fisik Gifari khususnya usus besarnya telah dalam keadaan siap untuk dilakukan operasi.

    Operasi penyambungan usus berhasil dilakukan. Setelah menunggu lebih dari 8 jam dengan penuh harap dan cemas, ibunda Gifari akhirnya lega dan bahagia saat Gifari dibawa keluar dari ruang operasi. Operasi dilakukan untuk menyambungkan usus dari saluran buatan ke anus sebagai bagian akhir dari proses pencernaan. Selama ini, usus Gifari diarahkan ke pinggang untuk proses pembuangan sisa pencernaan karena anus belum siap.

    Jazakumullah khoiron katsiron atas bantuan yang telah diberikan oleh donatur hingga saat ini. Keluarga Gifari mengucapkan banyak terima kasih atas segala hal yang telah dilakukan. Semoga apa yang telah diberikan bisa memberikan kemanfaatan dan keberkahan, baik untuk donatur sendiri maupun bagi keluarga Gifari. Mari kita doakan agar Gifari segera pulih dan sehat setelah proses operasi.
  • 2018-04-02


    UPDATE 5 - INNALILLAHI, GIFARI KEMBALI KE RAHAMTULLAH


    Setelah sukses menjalani operasi penyambungan usus, Gifari dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, tak disangka 20 Maret 2018, ia telah kembali ke rahmatullah.


    Selasa, 20 Maret 2018 tepatnya pada malam hari, Gifari mengalami mencret dan badannya panas. Keesokan paginya, orangtua Gifari membawa ia ke dokter dan kondisinya menjadi lebih baik. Pada siang hari, Gifari dapat beraktivitas seperti biasa seperti makan, minum, dan tidur. Ia sudah tidak ke sering ke kamar mandi lagi untuk buang air, tapi badannya masih panas dengan suhu 37-38oC. Pukul 18.30 WITA ia makan bubur dan meminum obat tapi beberapa saat kemudian semuanya dimuntahkan. Melihat kondisi tersebut, keluarga segera memberikannya minum air gula hangat. Akhirnya Gifari dapat makan banyak dengan nasi putih lembek isi air dan meminum sirup paracetamol dari dokter.

    Malam harinya, Gifari beristirahat sembari diolesi minyak pada kaki, tangan, dan badannya oleh sang bibi. Melihat kondisi Gifari yang membaik, bibi dan pamannya berangkat kerja. Ketika mereka sedang di jalan menuju kantor, ada telepon dari saudaranya supaya Gifari cepat-cepat harus diantar ke rumah sakit. Namun, umur tidak ada tahu pasti kapan berakhir, malam hari pada 20 Maret 2018 Gifari kembali ke rahmatullah di rumah sakit, Bali.

    "Baim tidak ada keluhan atau sakit serius", kata Bibi Gifari.

    Dokter tidak bisa memastikan penyebab kematian Gifari karena perlu dilakukan otopsi. Secara riwayat, ia telah menjalani operasi dengan lancar sebanyak enam kali dan terakhir januari lalu. Pasca operasi, kesehatan ia membaik dan tidak ada keluhan.

    Jazakallah khairan katsiran kepada donatur yang selama ini telah membantu pengobatan Gifari. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat di dunia dan akhirat.

    Mari kita doakan semoga amal ibadah dek Gifari diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Anda juga bisa menyampaikan harapan dan doa untuk Gifari serta keluarganya di kolom komentar..

Name

Email


Messagge


Congratulations. Your message has been sent successfully
Error, please retry. Your message has not been sent

Donatur


  • Rp. 200.397

    ike royani

    Minggu, 18 Pebruari 2018 22:26:03
  • Rp. 200.918

    ike royani

    Minggu, 04 Pebruari 2018 21:51:15

1 hari yang lalu

Anonim
telah mendonasikan untuk program:
18 TAHUN MENDERITA TUMOR, BANTU BU RUSNI BEROBAT

1 hari yang lalu

Dewi Hepy
telah mendonasikan untuk program:
18 TAHUN MENDERITA TUMOR, BANTU BU RUSNI BEROBAT

1 hari yang lalu

Dian Anggraeta
telah mendonasikan untuk program:
18 TAHUN MENDERITA TUMOR, BANTU BU RUSNI BEROBAT

1 hari yang lalu

icah
telah mendonasikan untuk program:
BANTU MUSLIMIN, YATIM PIATU LUMPUH SEJAK KECIL

1 hari yang lalu

Anonim
telah mendonasikan untuk program:
BANTUAN TANKI AIR UTK 22 DESA & MASJID LEMBATA NTT

Hubungi Kami