PERAHU KEMANUSIAAN UNTUK SUKU ASMAT

Author : IBM Admin

IBM Admin
Kota Bandung

terkumpul dari target : Rp150.000.000

0% terkumpul Campaign berakhir.

Kabupaten Asmat, Papua, sedang dalam kondisi darurat campak. Dalam 3 bulan terakhir, campak telah menjangkit 529 jiwa dan merenggut 64 jiwa lainnya.

Sejak September 2017, wilayah Kabupaten Asmat, Papua, telah terjadi peningkatan signifikan kasus campak. Hingga januari 2018, campak telah menjangkit 529 jiwa dan merenggut 64 jiwa lainnya. Saat ini RSUD setempat melaporkan telah merawat 393 pasien rawat jalan dan 175 pasien rawat inap.

Kondisi salah satu anak warga Suku Asmat yang dirawat di puskesmas karena campak


Dinas kesehatan kabupaten telah melakukan berbagai cara untuk mencegah peningkatan jumlah jiwa terjangkit campak. Salah satu usaha yang telah dilakukan adalah dengan menerjunkan tim Satgaskes (Satuan Petugas Kesehatan) yang berkoordinasi dengan Puskesmas di masing-masing distrik (kecamatan) untuk penanganan dan pendataan pasien. Setelah melakukan ekspansi lapangan, kendala paling signifikan yang ditemui tim Satgaskes adalah kondisi geografis masing-masing distrik tersebar tanpa terhubung oleh akses darat.

Kondisi topografi Kabupaten Asmat pada umumnya merupakan daerah dengan dataran rendah dan berawa-rawa. Masing-masing distrik terpisah dan terisolasi tanpa akses darat yang menghubungkan antar wilayah. Sungai menjadi jalur utama yang menghubungkan antara distrik satu dengan distrik yang lain. Moda transportasi yang banyak digunakan oleh warga adalah kapal sungai dengan volume muatan yang sangat terbatas dan kecepatan rendah.

Kondisi wilayah Kab. Asmat yang berawa dan hanya mengandalkan akses sungai karena tidak ada penghubung akses darat menjadi kendala utama proses evakuasi dan penyaluran bantuan kesehatan.


Dalam menangani Kasus Luar Biasa (KLB) khususnya penanganan wabah campak, masyarakat memerlukan moda transportasi Speedboat (boat) yang tidak hanya cepat tapi juga memiliki daya muat proporsional. Speedboat nantinya akan digunakan oleh tim Satgaskes untuk mengangkut peralatan medis dan perbekalan selama penerjunan tim ke lapangan. Selain itu, moda transportasi juga dapat diandalkan saat kondisi darurat untuk merujuk pasien ke RSUD terdekat.

Ilustrasi speedboat yang akan banyak diperlukan oleh masyarakat Asmat, khususnya petugas medis lapangan.

Insan Bumi Mandiri telah merespon keadaan di Asmat dengan melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat dan penyaluran kebutuhan makanan seperti makanan bayi, biskuit, dan susu agar gizi anak dapat tercukupi. Dari hasil kunjungan di lapangan, tim relawan Insan Bumi Mandiri melihat bahwa kebutuhan masyarakat akan perahu sangat penting dan mendesak. Untuk itu, Insan Bumi Mandiri berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk pengadaan perahu kemanusiaan yang nanti akan dimanfaatkan untuk keperluan medis dan bantuan kemanusiaan di Asmat.


Relawan Insan Bumi Mandiri sedang melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat sambil menyalurkan bantuan berupa kebutuhan gizi masyarakt (PMT)

Mari kita bantu saudara kita di pedalaman Asmat dengan memberikan boat kemanusiaan di pedalaman Asmat. Dengan adanya boat kemanusiaan harapannya akan semakin banyak nyawa yang terselamatkan dan saudara kita di pedalaman Asmat bisa terbebas dari bahaya campak.

Insan Bumi Mandiri
(022) 205 251 84


Komplek Setra Dago
Jl.Setra Dago III No.16 Antapani, Bandung 


Kantor Cabang Insan Bumi Mandiri NTT
Mekar Indah RT.001/RW.006 Kelurahan Kalabahi Timur
Teluk Mutiara, Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur


SMS/WA Konfirmasi:
0812 2145 114




Perkembangan PERAHU KEMANUSIAAN UNTUK SUKU ASMAT

  • 2018-05-31


    DONASI DIALIHKAN KE PERAHU DI SIKKA, NTT


    Donasi yang telah terkumpul dari campaign “Perahu Kemanusiaan untuk Asmat” dialihkan ke “1,5 Jam Mendayung Perahu Demi Bersekolah”.

    Dengan jumlah donasi yang terkumpul tidak cukup untuk membeli perahu di Asmat, Papua. Sedangkan, di Pulau Pemana, Sikka, NTT dengan donasi tersebut dapat digunakan membuat perahu.

    65 siswa di SMA Pemana sangat membutuhkannya untuk pergi bersekolah. Setiap paginya mereka mengantre di dermaga untuk menyeberang pulau menuju sekolah. Sekali pemberangkatan, mereka harus merogoh kocek sebesar Rp15.000,-.

    Saat ini, pembuatan perahu di Sikka berada pada proses pengadaan material. Perkembangan proses pembuatan perahu akan dimuat di campaign “1,5 Jam Mendayung Perahu Demi Bersekolah”.

    Jazakumullah khairan katsiran kepada donatur yang telah berdonasi. Semoga Allah memudahkan segala urusan donatur.

Name

Email


Messagge


Congratulations. Your message has been sent successfully
Error, please retry. Your message has not been sent


Donatur


  • Rp. 100.849

    Anonim

    Senin, 16 April 2018 22:48:18
  • Rp. 20.981

    Rossa

    Rabu, 21 Pebruari 2018 03:45:27
  • Rp. 100.889

    Anonim

    Selasa, 13 Pebruari 2018 00:28:57
BANTU Melalui Whatsapp!

8 jam yang lalu

Fransina Murni
telah mendonasikan untuk program:
KEPALAKU MEMBESAR SETIAP HARINYA

8 jam yang lalu

anton
telah mendonasikan untuk program:
BERI ALFARIZAL KESEMPATAN UNTUK BERJALAN

8 jam yang lalu

ant
telah mendonasikan untuk program:
TIDAK PUNYA RUANG, SANTRI TAHFIDZ TIDUR DI DAPUR

10 jam yang lalu

Anonim
telah mendonasikan untuk program:
KEPALAKU MEMBESAR SETIAP HARINYA

10 jam yang lalu

Anonim
telah mendonasikan untuk program:
BANTU NEK FATIMAH, SEBATANG KARA MELAWAN KUSTA